Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Apabila wayang itu tidak diadakan, maka diyakini suatu mala petaka akan terjadi. Sehingga, dalam situasi bagaimana pun, syarat itu wajib diadakan.

Hal itu seperti yang terjadi di Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu. Dalam menggelar ritual bersih desa, tidak semegah tahun lalu. Hal ini lantaran situasi pandemi Covid-19 yang semuanya tidak bisa dilakukan sebagaimana mestinya.

Kepala Desa Lahar Setiawan Budhiaji mengatakan, sedekah bumi tahun ini memang dilaksanakan secara sederhana. Yang terpenting, semua syarat sudah terpenuhi, termasuk ritual mengelilingi punden dan mengadakan pagelaran wayang kulit.

“Kami menggelar sedekah bumi dan terlaksana dengan baik sesuai rencana. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan oleh pemerintah,” katanya, Kamis (25/6/2020).

Dia menambahkan, ritual dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Bentuknya, kepala desa bersama dengan para perangkat mengelilingi punden yang berada di tengah pasar Desa Lahar. Kemudian di belakangnya diiringi oleh Dalang wayang dan dua sinden.

Setelah ritual selesai, dilanjutkan dengan doa atau bancakan. Dalam panjatan doa, sesepuh desa bersyukur atas limpahan karunia dari sang pencipta dan memohon agar masyarakat desa setempat diberikan kedamaian serta kesejahteraan.
Setelah ritual selesai, dilanjutkan dengan doa atau bancakan. Dalam panjatan doa, sesepuh desa bersyukur atas limpahan karunia dari sang pencipta dan memohon agar masyarakat desa setempat diberikan kedamaian serta kesejahteraan.“Memang tidak seperti tahun sebelumnya yang biasanya banyak warga dari berbagai desa datang ke sini. Memang kami punya aturan di tengah pandemi ini. Tapi Alhamdulillah semua bisa terlaksana dengan baik. Semoga ke depan desa ini menjadi desa yang semakin tenteram dan rakyatnya bisa bekerja dengan lancar dan mendapat barokah,” harap Kades Lahar.Sementara untuk pagelaran wayang kulit, dilaksanakan usai ritual mengelilingi punden. Hanya, durasinya tak lebih dari 10 menit. Sebab, wayang itulah syarat dari danyang desa setempat.“Kegiatan memang kami sederhanakan. Saya tidak ingin memancing kerumunan orang banyak seperti tahun-tahun lalu,” tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler