Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain itu, mereka juga menuntut agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pati memberikan izin bagi mereka untuk pentas. Sudah empat bulan lebih mereka tidak mendapatkan penghasilan.

Koordinator aksi doa bersama Ajisaka mengatakan, para pekerja seni ini tidak muluk-muluk. Pihaknya hanya meminta kelonggaran untuk pentas, di masa new normal ini. Apalagi melihat fakta Covid-19 di Kabupaten Pati yang berisiko rendah.

"Memang tidak mungkin kalau kegiatan kita lakukan seperti sebelum pandemi. Kami sadar itu. Kita hanya memohon agar ada pelonggaran untuk pementasan," katanya.

Dengan pelonggaran itu, pihaknya juga akan mempertanggung jawabkan dengan menggunakan protokol kesehatan saat pentas secara epidemiologis.

"Sama seperti pasar, toko serba ada, pabrik yang bisa tetap beroperasi. Kami juga ingin bisa berkegiatan agar ekonomi kami tidak ambruk,” terangnya.
"Sama seperti pasar, toko serba ada, pabrik yang bisa tetap beroperasi. Kami juga ingin bisa berkegiatan agar ekonomi kami tidak ambruk,” terangnya.Pertimbangan para seniman ini melihat secara umum Kabupaten Pati termasuk wilayah yang dikategorikan berisiko rendah. Ada banyak wilayah desa atau kelurahan yang di dalamnya tidak ada PDP atau positif Covid-19, termasuk yang OTG."Kami tidak ingin menjadi beban negara, dengan memosisikan tangan kami di bawah, dan menggantungkan bantuan dari pemerintah. Karena kenyataan kami masih punya tenaga dan kreativitas untuk berkegiatan. Kami hanya memohon dibukanya kemungkinan bagi kami untuk kembali berkegiatan, meski secara terbatas, agar bisa menghidupi diri dan keluarga kami sendiri,” ujarnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler