Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Perhimpunan Pegiat Kesenian Pati Ajisaka mengatakan, nomknal ratusan miliar tersebut merupakan jumlah akumulasi semua seniman di Pati. Apalagi sedikitnya ada sekitar tiga ribu pekerja seni di Bumi Mina Tani yang berasal dari enam kelompok penggiat seni.

Keenam kelompok tersebut adalah kelompok dangdut ada 160 kelompok, ketoprak 15 kelompok, wayang 25 kelompok, tayub 10 kelompok, barongan 10 kelompok, dan jasa sound sistem 160 kelompok.

"Kalau anggotanya, keseluran kira-kira 3000 orang. Semuanya terdampak Covid-19," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020).

Dia menambahkan, untuk potensi pemasukan selama tiga bulan (kalender jawa), yakni dihitung mulai dari bulan Syawal, Apit dan Besar potensi pemasukan keseluruhan mencapai Rp 316,8 miliar. Dalam artian, apabila sampai saat ini izin pementasan tidak diberikan, potensi pendapatan tersebut akan hangus.

"Potensi kehilangan pendapatan itu akan lebih besar apabila variabel pendukung, seperti pedagang kecil yang berjualan saat pementasan juga dihitung," imbuhnya.

Dalam hal ini, pihaknya bersama dengan anggota sebelumnya juga sudah melakukan audiensi dengan Wakil rakyat di DPRD Pati. Kemudian melayangkan surat kepada Bupati Pati Haryanto dan terakhir melakukan aksi doa bersama di Alun-alun Pati.Semua itu, tentu dengan harapan agar pemerintah memberika kelonggaran untuk pementasan. Apabila ada izin, pihaknya pun siap untuk berpentas dengan protokol kesehatan."Sama seperti pasar, toko serba ada, pabrik, yang bisa tetap beroperasi. Kami juga ingin bisa berkegiatan agar ekonomi kami tidak ambruk,” tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler