Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan, korban kali pertama ditemukan Halim, warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Halim menebang tebu di sekitar lokasi.
Baca: Pacar Diganggu, Pemuda Ini Ajak Teman Bunuh Ramai-Ramai di Gebog Kudus, Mayatnya Dibuang di Kebun Tebu
Setelah satu jam menebang, ia mencium bau tak sedap yang sangat menyengat. Karena penasaran, ia mencari asal muasal bau busuk tersebut. Tak lama kemudian, ia menemukan adanya mayat tergeletak dan sudah membusuk.
”Begitu melihat sumber bau ternyata mayat, dia (Halim) langsung panggil pekerja lainnya. Namun, mereka tidak mengenali wajah mayat tersebut,” katanya.
Baca: Mayat Membusuk Ditemukan di Kebun Tebu Dukuhseti Pati
Beruntung, penemuan tersebut langsung beredar luas di masyarakat. Mereka pun berdatangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari situ, diketahui korban adalah Siti Mukelal (80) Warda Desa Pasucen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



