Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala DKK Pati Edi Siswanto mengatakan, sejak awal memang sudah ada intervensi. Dirinya juga sempat khawatir apabila kasus stunting meningkat di masa pandemi. Tetapi kenyatannya justru berbalik.

"Memang ini sudah kita programkan. Stunting harus ditekan semaksimal mungkin. Alhamdulilah sudah ada penurunan hingga 4,8 persen," katanya, Kamis (16/7/2020).

Dia menambahkan dari data 2019 lalu, tingkat kekerdilan anak di Pati ada sebanyak 38,5 persen. Fokus penyebarannya ada di 12 desa. Namun, saat ini sudah mengalami penurunan.

Dia menambahkan, selama pandemi ini, anggaran untuk penanganan stunting memang sedikit pengurangan untuk refocusing. Tetapi itu tidak tetlalu berdampak. Sebab, pennagananya sudah dilakukan secara bersama.

"Anggarannya dari pusat. Kemudian kita juga sudah berintegasi dengan berbagai pihak, sehingga dapat menekan angka stunting ini," terangnya.

Terpisah, Bupati Pati Haryanto mengatakan, untuk menekan angka stunting itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Bahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disarankan untuk saling membantu dalam mengatasi masalah stunting ini."Kita sudah berhasil menekan angka stunting hingga 4,8%. Jika usaha yang dilakukan berhenti di sini, dikhawatirkan apa yang menjadi target telah tuntas, namun malah muncul hal yang lain," tegasnya.Dirinya juga berpesan agar pemerintah desa tetap mengalokasikan DD untuk penanganan stunting, sekalipum desa tersebut tidak ada kasus stunting. Dengan harapan masyarakat terjamin kesehatan. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler