Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala DKK Pati Edi Siswanto mengatakan, sejak awal memang sudah ada intervensi. Dirinya juga sempat khawatir apabila kasus stunting meningkat di masa pandemi. Tetapi kenyatannya justru berbalik.
"Memang ini sudah kita programkan. Stunting harus ditekan semaksimal mungkin. Alhamdulilah sudah ada penurunan hingga 4,8 persen," katanya, Kamis (16/7/2020).
Dia menambahkan dari data 2019 lalu, tingkat kekerdilan anak di Pati ada sebanyak 38,5 persen. Fokus penyebarannya ada di 12 desa. Namun, saat ini sudah mengalami penurunan.
Dia menambahkan, selama pandemi ini, anggaran untuk penanganan stunting memang sedikit pengurangan untuk refocusing. Tetapi itu tidak tetlalu berdampak. Sebab, pennagananya sudah dilakukan secara bersama.
"Anggarannya dari pusat. Kemudian kita juga sudah berintegasi dengan berbagai pihak, sehingga dapat menekan angka stunting ini," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



