Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diakui sendiri oleh Muhammad Muhson, salah seorang pedagang sapi di Pasar Wage, Desa/Kecamatan Margorejo. Sejauh ini, pembelian sapi masih sangat sepi. Bahkan harganya juga mengalami penurunan.

"Pembelian masih sepi. Mungkin karena dampak Covid-19," katanya.

Dia menyebutkan, untuk harga sapi sendiri diakui mengalami penurunan, yakni dari Rp 18 juta menurun menjadi Rp 17,25 juta. Meski sudah turun, minat pembeli pun masih jarang.

Menurutnya, hal ini berbanding terbalik pada saat sebelum pandemi. Untuk harga satu ekor sapi siap potong bisa mencapai Rp 18,5 juta. Minat pembeli pun diakui cukup banyak.

"Semua jenis sapi harganya menurun. Tapi tidak tahu juga kalau nanti mendekati Idul Adha harganya naik," terangnya.

Dikatakan pula, naik turunnya harga sapi ini memang dipengaruhi oleh situasi yang terjadi. Terkadang momentum juga menjadi salah satu penyerta.Misalnya pada saat Idul Adha, harga sapi kadang naik, setelah itu turun lagi. Bahkan, terkadang permintaan juga cukup banyak."Tapi kalau dibandingkan tahun lalu, tingkat penjualannya lebih tinggi pada 2019. Harganya pun demikian," jelas Muhson. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler