Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berbagai kegiatan yang mengumpulkan banyak orang juga dibatasi beberapa orang saja. Hanya, ritual tetap berjalan. Hal ini lantaran pandemi Virus Corona atau Covid-19 masih belum berakhir.

”Pandemi ini memaksa kita untuk lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan acara, termasuk Hari Jadi Pati. Yang penting subtansi dapat,” kata Ketua Panitia Hari Jadi Kabupaten Pati ke-697 dan HUT ke-75 RI Edi Sulistyono.

Hal ini juga sesuai dengan tema 'Sederhana tapi Nyata, Bersama Kita Lawan Corona Demi Pati yang Lebih Baik'.

"Tema ini sebagai bentuk harapan Pemkab Pati dalam upaya penanganan wabah Covid-19, di mana bekerja dengan kesederhanaan untuk mewujudkan Pati yang lebih baik," katanya, Kamis (6/8/2020).

Dalam peringatan itu, rentetan acara juga akan digelar selama tiga hari. Semuanya kegiatan disentralkan di Pendapa Kemiri Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.

"Jadi memang lebih sederhana, namun tidak menghilangkan tradisi yang sudah ada," terangnya.
Pagelaran ketoprak yang sudah menjadi salah satu syarat saat peringatan hari jadi, tetap dilaksanakan. Hanya, durasi waktu dibatasi maksimal satu jam. Untuk itu, Pendapa Kemiri pun di sulap jadi panggung pementasan.Untuk menjaga tradisi, pihaknya juga akan tetap menggelar Rapat Paripurna DPRD terkait penetapan Hari Jadi Pati. Untuk peserta dibatasi hanya untuk seluruh anggota dewan dan Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Semuanya menggenakan pakaian adat Pati."Untuk Kepala OPD, staf ahli dan para asisten mengikuti sidang paripurna di Pendopo Kabupaten Pati secara virtual," timpalnya.Selanjutnya untuk penutup, semua peserta akan melakukan ziarah di makam Adipati Tombronegoro yang merupakan Bupati Pati pertama. Sekaligus yang menetapkan nama Pati yang sebelumnya bernama pesantenan. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler