Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Siapa sangka, berkat kepercayaan dirinya, kini Sarwi mampu menjadi seorang pengusaha mebel. Bahkan hasil buah tangannya itu banyak dilirik oleh warga luar daerah.

Dengan nada lirih, pria berusia 40 tahun itu bercerita, untuk membuat mabel itu diakui awalnya memang tidak mudah. Terlebih dahulu, dia harus beradaptasi dengan peralatan tukang kayu.

“Memang awalnya tidak mudah, namun semua ini ikhtiar saya untuk menghidupi istri dan satu anak," katanya.

Sarwi mengaku sudah menekuni kerajinan mabel itu pada tahun 2000. Awalnya dia hanya membuat mebel yang mudah dikerjakan, seperti membuat meja, kursi, dan rak.

Perlahan daya kreativitasnya kian meningkat, bapak dari satu anak itu pun mulai merambah untuk membuat almari dan berbagai perabot lainnya. Bahkan hingga pada pengecatan juga dilakukan olehnya.

[caption id="attachment_193084" align="aligncenter" width="880"] Sarwi membuat Almari pesanan pembeli (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]

“Saya bersyukur usaha yang saya rintis ini mampu berjalan dengan baik. Bahkan sekarang ini pesanan bisa sampai ke Jakarta juga. Kondisi pandemi Covid-19 juga tidak sampai mempengaruhi pasaran dari mebel,” ujarnya.
“Saya bersyukur usaha yang saya rintis ini mampu berjalan dengan baik. Bahkan sekarang ini pesanan bisa sampai ke Jakarta juga. Kondisi pandemi Covid-19 juga tidak sampai mempengaruhi pasaran dari mebel,” ujarnya.Untuk mebel buatannya sendiri dibanderol dengan harga mulai kisaran Rp 1 juta hingga bisa mencapai puluhan juta. Tergantung dari jenis bahan, kerumitan, serta model dari mebel yang akan dibuatnya.Terkadang, ada juga orang yang memesan kepada Sarwi untuk membuatkan meja rias. Tak sedikit pula yang meminta untuk dibuatkan almari untuk lamaran pernikahan."Banyak pesanan. Tergantung selera pembeli, kalau saya bisa kerjakan, ya saya terima. Tapi kalau tidak bisa, ya saja terus terang tidak mampu menggarap," ungkapnya.Dengan keterbatasan fisik itu, dia berharap dirinya tidak patah semangat untuk terus mengembangkan usaha mebelnya itu. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler