Covid-19 Dianggap Rekayasa, Bupati Pati: Saya Prihatin Masih Ada yang Menyepelekan
Cholis Anwar
Kamis, 6 Agustus 2020 15:34:52
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurutnya, yang beranggapan demikian adalah orang yang berpikiran dangkal. Pasalnya, pandemi ini melanda seluruh dunia dan bukan hanya di Indonesia.
"Itu pikiran yang dangkal. Ini pagebluk dunia, melanda seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Saya prihatin masih ada yang menyepelekan," ungkapnya saat melakukan Webinar di ruang Pati Command Center Sektda Pati, Kamis (6/8/2020).
Seharusnya, lanjut Haryanto, masyarakat berterima kasih pada tenaga kesehatan. Sebab mereka yang selama ini berjuang mati-matian untuk mencegah penularan Covid-19.
"Berapa ratus (tenaga medis) yang sudah jadi korban? Ini harus kita pahami. Jangan berpikir karena ada orang yang hari ini dinyatakan positif, kemudian swab keduanya negatif, itu menimbulkan kesan rekayasa. Memang prosesnya demikian," jelas Haryanto.
Dia menuding, dengan adanya pemahaman bahwa Covid adalah rekayasa itulah yang kemudian masyarakat menyepelekan corona. Bahkan diketahui masih ada masyarakat yang tidak disiplin memakai masker.
"Meski sanksi sosial menyapu dan memungut sampah bagi masyarakat yang tidak pakai masker di tempat umum sudah cukup banyak diterapkan, masih banyak yang belum patuh," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



