Imbas Pandemi, Omzet Produsen Cemilan di Pati Turun Hingga 50 Persen
Cholis Anwar
Selasa, 18 Agustus 2020 13:41:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah seorang produsen makanan ringan Kusmianingsih mengatakan, pada awal pandemi, penjualan memang sempat meningkat derastis. Itu lantaran gerakan di rumah saja, efektif dilakukan masyarakat. Sehingga mereka memilih stok makanan ringan di rumah.
Tetapi setelah pandemi berlangsung lama, ternyata minat konsumen mulai bergeser. Mereka mengutamakan makanan pokok dari pada hanya sekedar membeli makanan ringan.
"Sudah berlangsung tiga bulan ini. Kalau awal pandemi, permintaan memang meningkat 100 persen. Teapi akhir-akhir ini terjadi penurunan permintaan hingga 50 persen," katanya.
Kondisi itu didukung dengan pendapatan masyarakat yang juga tak kunjung membaik selama pandemi. Apalagi banyak di antara mereka yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Selain itu, kesulitan ekonomi masyarakat juga menjadi faktor pendorong. Kebutuhan sekunder seperti makanan ringan atau cemilan, tidak banyak dibeli.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



