Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Panitia Kirab M Fadli mengatakan, sebelum kirab obor dan merah putih dilakukan, para ratusan santri Taman Pendidika Quran (TPQ) membaca doa penutup tahun di Masjid At-Taqwa desa setempat. Usai menjalankan salat Magrib, mereka kemudian membaca doa awal tahun.

"Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Apalagi ini masih ada pandemi, kita berdoa agar pandemi ini degara diangkat olah Allah dari bumi nusantara," katanya.

Usai doa bersama itu, para santri dan warga menyalakan obor dan membentangkan bendera merah putih. Mereka berjalan mengelilingi kampung dengan melantunkan selawat nabi.

Sesekali para pendamping mengingatkan kepada santri agar selalu menjaga kebersamaan, toleransi, dan saling tolong menolong. Penting juga untuk selalu menjaga nasionalisme di tengah berbagai gempuran kelompok tertentu yang mengancam keutuhan bangsa.

[caption id="attachment_193892" align="aligncenter" width="880"] Para santr membawa obor untuk menyemarakkan kirab Obor dan Merah Putih. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]

"Momen tahun baru hijriah dan HUT Ke-75 Republik Indonesia ini, kami memang sengaja mengadakan kirab obor dan merah putih," imbuhnya.
"Momen tahun baru hijriah dan HUT Ke-75 Republik Indonesia ini, kami memang sengaja mengadakan kirab obor dan merah putih," imbuhnya.Alasannya sederhana, obor adalah debagai simbol spirit nasionalisme, patriotisme yang akan selalu berkobar di tengah situasi apapun. Sementara merah putih adalah bendera Indonesia yang akan tetap melekat di dada, tidak bisa di ganti dengan bendera lain.Sedangkan membaca selawat saat mengelilingi kampung adalah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad. Sebab, beliaulah nabi pamungkas yang memlopori lahirnya tahun baru hijriah ini."Semuanya kami padukan, sehingga spirit keislaman, ke-Indonesiaan dan kebhinekaan tetap terjaga. Kita tularkan pada anak-anak agar mereka mampu membawa perubahan yang lebih baik di masa depan," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler