Kemenag Pati Akui Belum Ada Subsidi Kuota Internet untuk Siswa Madrasah
Cholis Anwar
Senin, 31 Agustus 2020 13:15:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kasi Pendidikan Madrasah pada Kemenag Pati Ruhani mengatakan, bantuan khusus kuota internet bagi siswa madrasah memang belum ada. Tetapi, pihak madradah bisa menganggarkan subsidi kuota dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler.
"BOS itu kan salah satunya untuk subsidi kuota. Tetapi memang tidak secara khusus untuk beli kuota," katanya, Senin (31/8/2020).
Dia mengaku, sejauh ini untuk pembelajaran di madrasah selain menggunakan sistem daring juga menggunakan sistem luring atau tatap muka. Hanya, pembagiannya memang sedikit rumit.
Pembelajaran luring sendiri adalah dilakukan di desa yang terpencil yang masih terkendala jaringan internet. Itu pun tidak dilakukan setiap hari. Terkadang guru yang harus datang ke rumah siswa untuk memberikan pembelajaran.
"Seperti pembelajaran di Raudlatul Atfal (RA), ini kalau menggunakan daring kan masih sulit. Sehingga, guru terkadang menggunakan sistem luring juga. Tetapi tentunya juga menerapkan protokol kesehatan," imbuhnya.
Ruhani menegaskan, hingga hari ini belum ada surat resmi yang masuk terkait bantuan kuota internet bagi siswa madrasah. Kalau pun ada, pihaknya secepat mungkin akan menyosialisasikan hal itu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



