Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bimbingan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Selasa hingga Kamis itu, dipusatkan di CV Mahakarya Mulya, Desa Kedung Bulu, Kecamatan Gembong.

Staf Administrasi Bapeltan Jateng Hasan Muhadjir mengatakan, bimbingan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan saat dilanda pandemi. Dengan demikian, diharapkan anggota KWT tetap bisa bertahan meskipun kondisi ekonomi keluarga sedang terguncang.

"Kami mengadakan pelatihan ini di lima kabupaten, yakni di Klaten, Pati, Purbalingg, Wonosobo dan Kendal. Untuk Pati sendiri adalah gelombang yang kedua," katanya, Rabu (9/9/2020).

Hasan menjelaskan, saat ini ada banyak KWT di berbagai kota. Tentunya, ini harus direspon positif. Sebab, keberadaan mereka justru akan membantu pemnafaatan pertanian dalam teknis pengolahannya.

Bahkan kalau KWT itu cerdas, pengolahan hasil produk pertanian justru akan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Kreatifitas inilah yang seharusnya dimiliki oleh KWT.

"Berbeda apabila produk pertanian itu tidak diolah, hasilnya diserahkan pasar. Tetapi apabila sudah diolah menjadi makanan ataupun olahan siap konsumsi, tentu akan mendapatkan nilai tambah tersendiri," terangnya.
"Berbeda apabila produk pertanian itu tidak diolah, hasilnya diserahkan pasar. Tetapi apabila sudah diolah menjadi makanan ataupun olahan siap konsumsi, tentu akan mendapatkan nilai tambah tersendiri," terangnya.Apalagi, lanjut Hasan, di masa pandemi ini masyarakat memnag dituntut untuk lebih kreatif memanfaatkan hasil pertankan. Sehingga nantinya bisa menekan biaya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.Karena itulah, bimbingan ini dinilai sangat penting. Meakipun terbatas hanya 20 peserta, tetapi setidaknya mereka nanti bisa menularkan ilmu yang didapatkan kepada warga yang lainnya."Setelah pelatihan, kami tetap akan mengadakan evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Tujuannya agar dari pelatihan ini memunculkan KWT yang bisa menjaga ketahanan pangan," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler