Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Muhtar Efendi mengatakan, kelangkaan ini terjadi secara nasional. Di Pati sendiri, antara RDKK dan alokasi pupuknya cukup jauh.
"Ini salah satu faktornya. Kami punya RDKK dari permintaan petani cukup banyak. Tetapi alokasi pupuk bersubsidinya kurang," katanya, Kamis (17/9/2020).
Dia menjelaskan, untuk RDKK jenis pupuk Urea besaran kebutuhan petani adalah 42.688,270 ton. Namun, alokasi yang ada hanya 31.700 ton atau hanya 74,25 persen. Sementara untuk pupuk jenis SP36 RDKK mencapai 14.411,256 ton. Namun, alokasinya hanya ada 2.730 ton atau 18,94 persen.
Sedangkan untuk pupuk jenis ZA, RDKK mencapai 22.867,031 ton. Namun, pihaknya mengaku hanya mendapatkan alokasi 10.621 ton atau 46,45 persen. Pupuk jenis NPK dengan RDKK 58.122,680 ton, hanya mendqpatkan alokasi 26.690 ton atau 46,43 persen.
"Itu juga terjadi pada pupuk organik. RDKK petani yang kami data ada 4.694,034 ton. Namun, alokasi yang ada hanya sekitar 2.300 ton atau 48,99 persen," bebernya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



