Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Edi Siswanto mengatakan, penambahan gizi bagi balita maupun ibu hamil masih tetap jalan. Terlebih, progam ini merupakan program pemerintah pusat.

"Meskipun pandemi, tetapi kami tetap berusaha keras untuk menekan stunting ini," katanya, Senin (22/9/2020).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit. Permen itu di dalamnya juga mengatur tentang Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) terhadap anak beresiko gagal tumbuh, gizi kurang dan gizi buruk.

Dia menambahkan, untuk penanganan stunting ini sejak awal memang sudah ada intervensi. Dirinya juga sempat khawatir apabila kasus stunting meningkat di masa pandemi.
Dia menambahkan, untuk penanganan stunting ini sejak awal memang sudah ada intervensi. Dirinya juga sempat khawatir apabila kasus stunting meningkat di masa pandemi."Alhamdulillah sudah ada penurunan 4,8 persen. Tetapi kita tidak boleh lengah dengan kondisi ini, stunting harus ditekan semaksimal mungkin," imbuhnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler