Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Pati Muhtar Efendi mengatakan, untuk komoditas pangan sendiri ada tujuh kategori yang dibudidayakan oleh para petani. Di antaranya adalah Padi, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Kedelai, Jagung, umbi kayu, dan umbi jalar.

"Produksinya cukup melimpah. Kalau padi sendiri, kami masih mempuntai dua kategori, yakni padi sawah dan padi ladang. Masing-masing hasil produksinya berbeda. Tapai kalau total ada 644 ribu ton," katanya, Jumat (16/10/2020).

Produksi tertinggi kedua setelah padi adalah komoditas umbi kayu. Dalam setiap tahun produksinya mampu mencapai 606 ribu ton. Sementara umbi jalar hanya lima ribu ton.

"Kita tahu sendiri lah, Pati ini kan memang salah satu sentra produksi tepung tapioka. Banyak pabriknya di wilayah Margoyoso. Ini juga menjadi salah satu alasan petani untuk menanam umbi jalar," ungkapnya.

Kemudian untuk komoditas jagung sendiri, ada sekitar 181 ribu ton yang berhasil diproduksi petani setiap tahunnya. Paling banyak adalah di wilayah Pati selatan dan barat. Komoditas ini juga banyak dikirim ke luar daerah.
Kemudian untuk komoditas jagung sendiri, ada sekitar 181 ribu ton yang berhasil diproduksi petani setiap tahunnya. Paling banyak adalah di wilayah Pati selatan dan barat. Komoditas ini juga banyak dikirim ke luar daerah.Untuk kacang tanah maupun kacang hijau, di Pati diakui memnag tidak begitu banyak. Selain harganya yang cenderung kurang stabil, permintaan dua komoditas ini memang cukup rendah."Kalau ketahanan pangan, Pati ini tidak perlu hawatir. Produksi pertanian masih melimpah," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler