Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Abdul Hamid, pemilik rumah pembibitan tanaman Omah Ijo Desa Bageng, Kecamatan Gembong mengatakan, pisang cavendish mulai poluper di Indonesia sejak 2016 lalu. Namun, baru tahun ini menjadi perhatian di Pati. Itu karena karakter pisang cavendish yang lonjong dan besar, membuat masyarakat lebih suka.

Abdul mengakui, selama dirinya melakukan pembibitan pisang cavendish ini, yakni mulai 2018 lalu, ada banyak pembeli yang berdatangan. Bahkan pembeli juga ada yang dari luar daerah.

"Untuk harga bibit, saya menjualnya dengan Harga Rp 20 ribu untuk ukuran kecil atau panjang sekitar 25 sentimeter. Sedangkan untuk ukuran besar, yakni panjang 50 sentimeter, harganya Rp 35 ribu," katanya, Kamis (12/11/2020).

Dia menambahkan, untuk peoses penanaman pisnag cavendish ini diakui cukup mudah. Tidak jauh berbeda dengam jenis pisang lainnya. Pada musim penghujan, penanaman akan lebih cocok dilakukan.

"Karena cavendish ini membutuhkan banyak air. Kalau penanaman dilakukan pada musim penghujan, kan tidak perlu lagi disirami," imbuhnya.

Dalam sepekan, dirinya berhasil menjual sebanyak 30 bibit pisang cavendish. Jumlah tersebut diakui meningkat setiap memasuki musim penghujan. Bahkan perminggu penjualan bisa mencapai lebih dari 50 bibit."Biasanya ada yang mau membudidayakan, belinya dalam jumlah banyak. Kalau rumahan paling beli tiga sampai 4 bibit," terangnya.Apabila ada pesanan dalam jumlah banyak, pihaknya pun terpaksa harus mencari bibit dari rekanan yang sudah bekerjasama. Yang penting, kebutuhan pembeli dapat terpenuhi. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler