Keren, Kulit Kapuk Antarkan Siswa SMA PGRI 2 Kayen Raih Emas di ISIF 2020
Cholis Anwar
Selasa, 17 November 2020 19:01:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tak hanya itu, inovasi tersebut juga berhasil mengantarkan tiga siswa SMA PGRI 2 Kayen menyabet medali emas dalam ajang Internationale Science and Invention Fair (ISIF) 2020. Ketiga siswa tersebut adalah Dyah Kusuma Wardani, Kamila Rafig, dan Bagas Nur Ardanto.
Dyah sendiri mengaku, awal mula munculnya inovasi tersebut adalah karena wabah Covid-19 yang semula tersebar di Cina. Karena corona ini virus yang belum ada obatnya, maka dia bersama tim berpikir untuk membuat antiseptik yang mampu menangkal virus tersebut.
"Kemudian kami mencari bahan alami yang cocok untuk pembuatan sabun antiseptik itu. Kami menemukan buah kulit randu dan bawang putih sebagai bahan bahan alami," ungkapnya.
Dia memilih bahan alami lantaran kategori yang diambilnya dalam ISIF itu adalah kategori lingkungan. Sehingga pemanfaatan bahan sekitar dianggapnya akan lebih potensial.
"Selain itu, untuk mendapatkan bahannya juga cukup mudah. Sebab di Pati ini ada sekitar 150 ton setiap bulannya. Sehingga menbuat kami berpikir untuk memanfaatkan itu," jelas Dyah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



