Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain itu, jeruk pamelo asal Bageng juga tidak berbiji. Sehingga akan lebih mudah untuk dimakan, baik saat santai maupun untuk jamuan tamu.

Karena rasa dan teksturnya yang khas, oleh Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf menyebutnya sebagai jeruk surga. Penyebutan itu sering kali didengar oleh Bupati Pati Haryanto saat mertamu maupun ketika ada acara Habib Syech di Bumi Mina Tani.

"Kalau Habib Syech menyebut sebagai jeruk surga. Sering (disebut), pokoknya kalau saya ketemu beliau, pasti yang ditanyakan jeruk surga (pamelo), bukan yang lain," katanya usai menetapkan Bageng sebagai desa wisata, Sabtu (21/11/2020).

Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi, seorang habib sudah menyamakan pamelo sebagai jeruk surga, itu sangat luar biasa. Padahal, ada juga jeruk bali dengan bentuk yang sama dan besar yang tidak jauh berbeda, tetapi dari kualitas rasa dan teksturnya, pamelo lebih unggul.

"Kalau makanan yang lain kan sudah sering makan, tapi kalau pamelo ini kan jarang. Karena itu, kalau saya ketemu beliau, paati yang ditanyakan jeruk surga," imbuhnya.
"Kalau makanan yang lain kan sudah sering makan, tapi kalau pamelo ini kan jarang. Karena itu, kalau saya ketemu beliau, paati yang ditanyakan jeruk surga," imbuhnya.Memang, kalaupun bibit jeruk pamelo ini ditanam di desa atau daerah lain, akan tetap hidup dan berbuah. Tetapi dari kualitas rasa, akan jauh berbeda dengan jeruk pamelo yang ada di Desa Bageng."Mungkin karena faktor tanah juga bisa. Tapi kalau di Bageng ini jeruknya benar-benar enak, tekturnya beda dengan jeruk pamelo yang ada di desa lain," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler