BPBD Pati Petakan Wilayah Rawan Bencana Banjir dan Longsor
Cholis Anwar
Kamis, 26 November 2020 12:48:39
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Karena itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jauh hari sudah memetakan wilayah yang rawan bencana. Hal itu sekiranya patut menjadi perhatian dan antisipasi warga.
Kepala Harian Pelaksana BPBD Pati Artinus Budi Prasetya mengatakan, ada beberapa kecamatan yang mempunyai resiko tinggi terhadap banjir. Itu seperti di Kecamatan Juwana, Batangan, Kajenan, Gabus, Pati, dan Sukolilo.
Sementara kecamatan yang mempunyai resiko sedang terhadap bencana banjir adalah di Kecamatan Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Wedarijaksa, Margorejo, Tayu dan Trangkil.
"Semua kecamatan yang mempunyai resiko bencana tinggi, sudah kami lakukan sosialisasi agar warga bisa mengantisipasi dini bencana banjir," katanya, Kamis (26/11/2020)
Selain resiko banjir, ada juga beberapa kecamatan yang mempunyai resiko tanah longsor tinggi. Hal itu seperti di Kecamatan Gembong, Dukuhseti, Sukolilo, dan Jaken. Untuk Gembong, desa yang paling rentan tanah longsor adalah di Klakahkasihan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



