Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tidak hanya bisa dinikmati oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga bisa menyantapnya. Cilok bandeng ini adalah kali pertama di bumk mina tani. Berbeda dengan cilok lainnya yang biasa dicampur dengan daging sapi ataupun daging kerbau.

Sajian cilok bandeng ini bisa ditemukan di Kedai Bandeng Rindang 84, Jalan Ahmad Yani No 30 Desa Winong, Kecamatan Pati. Harganya pun cukup terjangkau dan tidak terlalu dalam merogoh saku.

Pemilik Kedai Bandeng Rindang 84 Hana Tri Wahyuni mengatakan, inovasi ini sengaja dilakukan untuk memperkaya kuliner kaas Pati. Apalagi, ikan bandeng ini merupakan hasil produksi terbesar para petambak di Pati.

[caption id="attachment_201433" align="aligncenter" width="880"] Pembeli nampak memakan cilok bandeng (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]

Hana mengaku, awalnya dia hendak membuat sajian cemilan yang cocok saat musim hujan. Kemudian dia melakukan observasi dan melihat ada banyak warga yang membeli cilok.

"Karena itu, saya kemudian berpikir untuk jualan cilok. Tapi, cilok ini harus berbahan dasar dari ikan bandeng. Sehingga saya beberapa kali mencoba dan akhirnya bisa membuat cilok bandeng," ungkapnya.
"Karena itu, saya kemudian berpikir untuk jualan cilok. Tapi, cilok ini harus berbahan dasar dari ikan bandeng. Sehingga saya beberapa kali mencoba dan akhirnya bisa membuat cilok bandeng," ungkapnya.Untuk proses pembuatannya, diakui sama dengan proses membuat cilok pada umumnya. Yang berbeda adalah campuran daging ikan bandeng."Daging ikan dipisahkan dari kit dan durinya dan kemudian dihaluskan. Setelah halus, dicampurkan dengan tepung trigu, telur, serta bumbu rempah lainnya," jelas Hana.Setelah semuanya tercampur dengan rata, kemudian dibuat bola-bola kecil. Selanjutnya dimasukkan ke dalam air yang mendidih hingga cilok mengambang. Cilok yang mengambang, berarti sudah masak dan siap untuk dimakan. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler