Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Anggota KPA Pati Sinarto mengatakan, 1 Desember sebagai peringatan Hari AIDS se-Dunia menjadi momen penting untuk menyadarkan generasi muda suoaya lebih perhatian terhadap bahaya HIV/AIDS. Mereka juga bisa mengambil peran untuk menyosialisasikan hal tersebut.

"Kami mengajak generasi milenial untuk ambil bagian terkait penanggulangan HIV/AIDS ini. Caranya bisa dilakukan sesuai kemampuannya masing- masing, apakah itu sosialisasi atau mengikuti lomba pembuatan poster dan karya jurnalistik untuk kemudian dipublikasikan," ungkapnya, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, peran generasi milenial ini sangat dibutuhkan untuk perubahan paradigma, terutama terkait HIV/AIDS. Ada banyak masyarakat yang saat ini masih menganggap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) itu menakutkan. Padahal, kebenarannya tidak demikian.

Menjadi ODHA ini bukanlah suatu keinginan. Tetapi karena sudah terpapar virus HIV tersebut, mau tidak mau yang bersangkutan harus menanggungnya. Namun, tugas masyarakat adalah tidak membuat stigma buruk terhadap ODHA.

"Tolak virus dan penyakitnya, jangan jauhi orangnya, harus dirangkul. Upayakan mitigasi sehingga potensi HIV/AIDS bisa diminimalkan," lanjutnya.
"Tolak virus dan penyakitnya, jangan jauhi orangnya, harus dirangkul. Upayakan mitigasi sehingga potensi HIV/AIDS bisa diminimalkan," lanjutnya.Dengan memperkuat kolaborasi dan peran aktif pemuda, menjadi salah satu cara untuk memutus mata rantai pertumbuhan kasus HIV dan AIDS. Apalagi perkembangan di Pati dinilainya cukup tinggi."Kita harus optimistis, dengan melibatkan generasi milenial maupun masyarakat pada mumumnya, 10 tahun ke depan sudah tidak ada lagi HIV/AIDS di Bumi Mina Tani," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler