Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Tanjang Djomo mengatakan, luas lahan sawah yang terendam banjir diperkirakan mencapai 96 hektare. Kondisi ini bisa saja bertambah apabila hujan masih terus terjadi, terutama di bagian hulu.

"Ini karena luapan sungai tanjang, debit airnya meningkat mulai dari kemarin. Sudah ada yang meluber ke areal persawahan," ungkapnya, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut, yang sangat disayangkan areal persawahan yang baru ditanami padi. Para petani juga sudah mengeluarkan banyak biaya, termasuk pemupukan.

"Kalau ini kebanjiran, kan kasihan petani. Padi tidak jadi tumbuh baik, apalagi panen," imbuhnya.

Ia pun menaksir, untuk kerugian setiap hektare sawah diperkirakan mencapai Rp 6 juta. Sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp 576 juta.
Ia pun menaksir, untuk kerugian setiap hektare sawah diperkirakan mencapai Rp 6 juta. Sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp 576 juta.Lebih dari itu, beberapa rumah warga di Desa Tanjang juga tergenang air. Ketinggian mencapai 20 centimeter. Namun, warga maaih bertahan di rumah. Mereka belum ada rencana untuk mengungsi."Semoga diberi bantuan bibit dan sembako untuk warga yang rumahnya terkena banjir," harapnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler