Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Koordinator Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Pati Sujiyanto mengatakan, sawah yang tergenang banjir ini sudah menjadi langganan setiap tahun. Hal ini karena dalam kurun waktu dua pekan terakhir, curah hujan di Pati cukup tinggi.
Selain itu, bencana banjir di wilayah Kudus juga merembet ke wilayah Pati bagian selatan. Akibatnya luas sawah yang tergenang saat ini cukup ringgi.
"Data 3.130 itu adalah per 14 Desember kemarin. Kalau di wilayah pegunungan terjadi hujan, mungkin sudah bertambah (luas lahan yang tergenang banjir)," ungkapnya, Selasa (15/12/2020).
Sujiyanto menambahkan, banjir paling banyak berada di sekitar bantaran Sungai Juwana. Namun ada juga yang sudah menggenangi rumah warga. Hanya, jumlahnya masih sedikit.
"Seperti di Kecamatan Gabus, Desa Tanjang ini juga banyak yang terdampak banjir. Apalagi debit air di sungai Juwana semakin meninggi," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



