Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Koordinator Pengendali Organisme Penganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Pati Sujiyanto mengatakan, sawah yang tergenang banjir ini sudah menjadi langganan setiap tahun. Hal ini karena dalam kurun waktu dua pekan terakhir, curah hujan di Pati cukup tinggi.

Selain itu, bencana banjir di wilayah Kudus juga merembet ke wilayah Pati bagian selatan. Akibatnya luas sawah yang tergenang saat ini cukup ringgi.

"Data 3.130 itu adalah per 14 Desember kemarin. Kalau di wilayah pegunungan terjadi hujan, mungkin sudah bertambah (luas lahan yang tergenang banjir)," ungkapnya, Selasa (15/12/2020).

Sujiyanto menambahkan, banjir paling banyak berada di sekitar bantaran Sungai Juwana. Namun ada juga yang sudah menggenangi rumah warga. Hanya, jumlahnya masih sedikit.

"Seperti di Kecamatan Gabus, Desa Tanjang ini juga banyak yang terdampak banjir. Apalagi debit air di sungai Juwana semakin meninggi," terangnya.

Lebih lanjut, sawah yang tergenang banjir iti rata-rata baru awal tanam, yakni bari 20 hari. Sehingga belum bisa dipastikan apakah nanti akan gagal panen atau tidak bisa tumbuh kembang.Dari pantauan yang diakukan, ada juga tanaman padi yang sudah puso, yakni di areal persawahan Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo."Total ada sekitar 42 hektare yang puso. Tapi itu dulu, saat pertama banjir. Karena Jambean kidul yang dekat dengan sungai Juwana ini kan memang cukup luas. Kalau hujan datang, pasti sawahnya terendam banjir," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler