Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, tenda tersebut berukuran kurang lebih 15 meter. Rencananya, tenda tersebut akan disediakan sejumlah peralatan medis dan 10 tempat tidur pasien.

Agar tidak terlalu panas, tenda itu pun dilengkapi dengan AC didalamnya. Kemudian ada juga alat pelindung diri (APD). Tenda tersebut didirikan pada Rabu (23/12/2020) kemarin.

Kepada MURIANEWS, Plt Direktur RSUD Soewondo Pati Pirno mengatakan, tenda tersebut memang didirikan untuk antisipasi adanya lonjakan pasien saat libur natal dan tahun baru (nataru). Disamping itu, IGD RS milik Pemkab tersebut saat ini sudah penuh pasien.

"Ini kan masih pandemi, ya. Jadi semua ruangan di RS kami ini sudah penuh. Kalau nanti ada pasien gawat darurat, ya kami periksa di tenda darurat ini," katanya, Kamis (24/12/2020).

Untuk tim medis, lanjutnya, semuanya sudah siap dari internal RSUD Soewondo sendiri. Pihaknya mengaku untuk saat ini belum ada penambahan tim. Namun apabila situasinya nanti berubah, dalam artian pasien semakin banyak, maka tim medis akan ditambah.

Pirno menambahkan, berkaca pada tahun lalu, memang ada banyak pasien saat perayaan tahun baru. Terutama para pemuda. Ada yang kecelakaan, tawuran, dan lain sebagainya.

"Kalau pasien nanti banyak, sementara IGD penuh, kan kasihan. Karena itu kami lakukan tindakan medis di dalam tenda darurat ini," ungkapnya.Kemudian, apabila libur nataru sudah usai, tenda tersebut tidak akan langsung dibubarkan. Tetapi akan difungsikan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.Menurutnya, orang yang positif Covid-19 di Bumi Mina Tani ini cukup tinggi. Khawatirnya, usai perayaan tahun baru yang positif malah bertambah."Karena itu, tenda tetap kami gunakan untuk penanganan pasien Covid-19," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEdutir: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler