Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Karang Taruna Angkling Darma Desa Baleadi Bambang Riyanto mengatakan, tambang itu sudah beroperasi sejak 2019 lalu. Sekalipun warga sudah menolak, tetapi tambang tetap dilanjutkan.

"Itu operasinya siang-malam. Sangat menganggu warga. Ini malah sudah menelan korban jiwa. Kami minta lokasi tambang itu ditutup," tegasnya saat dikonfirmasi.

Bambang menjelaskan, pada saat tambang beroprasi, warga belum pernah diajak sosialisasi terkait upaya pengelolaan lingkungan-upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL). Bahkan pihak kelurahan juga belum diberikan salinan perijinan tambang.

"Izinnya 14,5 hektare. Tapi ketika saya cek, ternyata hanya ada satu transaksi jual beli, itu pun atas nama orang lain, bukan pemilik tanbang yang sesungguhnya," terang Bambang.

Dia menunjukkan, Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu tertulis atas nama Sudir Santoso nomor 543.32/2406 Tahun 2020. Tertera juga operasi peoduksi dikeluarkan pada 3 Maret 2020.
Dia menunjukkan, Izin Usaha Pertambangan (IUP) itu tertulis atas nama Sudir Santoso nomor 543.32/2406 Tahun 2020. Tertera juga operasi peoduksi dikeluarkan pada 3 Maret 2020."Tapi tambang beroperasi jauh sebelum izin operasi ini keluar. Ini jelas menggar aturan," tegasnya.Dirinya meminta kepada pihak desa untuk mengundang pemilik tambang untuk menyelesaiak permasalahan tersebut. Sebab, lokasi pertambangan itu juga masuk dalam kawasan bentang alam karst (KBAK) Sukolilo. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler