Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, penambahan sudah dilakukan. Bahkan hari ini adalah hari terakhir untuk pengumpulan berkas bagi relawan kenanusian yang ingin bergabung menjadi tim pemakaman Covid-19.

"Masing-masing eks kawedanan, yakni Kawedanan Tayu, Juwana, Jakenan, Kayen, dan Pati terdari minimal delapan orang dalam setiap tim," ungkapnya, Rabu (6/1/2021).

Kemudian relawan diperbolehkan dari unsur TNI, Polri, Satlinmas, Karang Taruna, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lain yang bersedia dan terpanggil untuk mengabdi pada tugas kemanusiaan. Nantinya tim akan langsung diakomodir oleh camat masing-masing.

"Untuk honor, sama dengan dua tim yang sebelumnya sudah ada. Tiap tim mendapat Rp 2,4 juta untuk setiap pemakaman. Untuk pencairannya minimal 20 kali pemakaman," imbuhnya.

Sekali pun tim tersebut adalah baru, tetapi nanti secara langsung diformalkan oleh Bupati Pati Haryanto. Bahkan nantinya akan diberikan Surat Keputusan (SK) secara legal dan resmi.
Sekali pun tim tersebut adalah baru, tetapi nanti secara langsung diformalkan oleh Bupati Pati Haryanto. Bahkan nantinya akan diberikan Surat Keputusan (SK) secara legal dan resmi.Penambahan tim pemakaman ini lantaran sebelumnya dua tim yang ada cukup kewalahan. Lantaran tingkat kematian Covid-19 terkadang tinggi, terkadang juga landai."Pada saat tinggi ini, mereka kewalahan. Selesai ngurus satu pemakaman, pindah lagi untuk memakamkan jenazah yang lain. Mereka bergerak terus. Kalau setiap eks kawedanan ada timnya sendiri, nanti kan lebih enak," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler