Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Banyaknya aduan masyarakat, terutama para petani terkait kelangkaan pupuk di Bumi Mina Tani, Bupati Pati Haryanto pun turun tangan. Pihaknya langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu pengecer di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo.
Selain aduan, Haryanto pun menduga ada pupuk yang dijual sembarangan oleh pengecer. Artinya, pupuk dijual kepada petani yang tidak masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Sebelumnya banyak yang mengadu kekurangan pupuk. Pupuk bersubsidi dijual ke orang yang tidak masuk RDKK. Karena itu saya cek langsung pengecer," katanya, Rabu (20/1/2021).
Pada saat berada di toko pengecer, orang nomor satu di Pati itu pun langsung memantau langsung keberadaan pupuk. Dari pantauannya, pupuk yang dijual ada dua, yakni subsidi dan nonsubsidi.
"Saya minta agar pupuk ini jangan dicampur. Yang subsidi disendirikan, jadi nanti lebih enak pemilahannya," kata Haryanto.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bupati Pati Haryanto saat melakukan Sidak di pengecer pupuk (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Banyaknya aduan masyarakat, terutama para petani terkait kelangkaan pupuk di Bumi Mina Tani, Bupati Pati Haryanto pun turun tangan. Pihaknya langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu pengecer di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo.
Selain aduan, Haryanto pun menduga ada pupuk yang dijual sembarangan oleh pengecer. Artinya, pupuk dijual kepada petani yang tidak masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Sebelumnya banyak yang mengadu kekurangan pupuk. Pupuk bersubsidi dijual ke orang yang tidak masuk RDKK. Karena itu saya cek langsung pengecer," katanya, Rabu (20/1/2021).
Pada saat berada di toko pengecer, orang nomor satu di Pati itu pun langsung memantau langsung keberadaan pupuk. Dari pantauannya, pupuk yang dijual ada dua, yakni subsidi dan nonsubsidi.
"Saya minta agar pupuk ini jangan dicampur. Yang subsidi disendirikan, jadi nanti lebih enak pemilahannya," kata Haryanto.
Menurutnya, penjualan pupuk antara subsidi dan nonsubsidi yang berada di satu lokasi, akan membuat masyarakat curiga. Karena itu, jangan sampai penempatan pupuk dicampur.
"Penjualan pupuk bersubsidi harus kepada petani yang sudah masuk RDKK. Sementara yang belum, tidak bisa mendapatkan atau menebus pupuk bersubsidi tersebut.
"Untuk sementara sampai saat ini kebutuhan di Pati masih cukup,” tutupnya.
Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi