Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Hingga akhir Januari, Perum Bulog Subdivre II Pati masih belum melakukan penyerapan gabah petani. Hal itu lantaran stok di gudang, masih cukup melimpah, yakni 12.600 ton.

Kepala Bulog Subdivre II Pati Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, stok beras yang ada di gudang saat ini masih melimpah. Sehingga pihaknya fokus pada ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSP).

"Ini selalu kami sosialisasikan, stabilisasi harga sangat penting. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Tapi untuk penyerapan, kami memang belum bisa melakukan," katanya, Jumat (29/1/2021).

Dia mengaku, untuk mengurangi stok gudang tersebut, sejuah ini beras selalu dikirim ke luar pulau. Lantaran untuk kebutuhan beras di eks-Karesidenan Pati masih sangat mencukupi.

"Untuk enam bulan ke depan, kebutuhan eks-Karesidanan Pati masih tercukupi. Jadi penyerapan kami tunda dulu," imbuhnya.

Untuk pengiriman luar pulau, tahun kemarin banyak menyasar di Sumatra dan Kalimantan. Suplai ini juga rutin dilakukan selama empat bulan ke depan.
Untuk pengiriman luar pulau, tahun kemarin banyak menyasar di Sumatra dan Kalimantan. Suplai ini juga rutin dilakukan selama empat bulan ke depan."Beras punya kami kan cukup bersaing di pasaran. Bahkan pada saat program Beras Sosial Bulog (BSB), wilayah Yogyakarta juga mengambil beras dari Bulog Pati," terangnya.Ia menegaskan, penyerapan akan kembali dilakukan manakala kebutuhan beras di gudang sudah mulai menipis. Menuturnya, sekali penyerapan, pihaknya bisa menyerap 5.000-10.000 ton beras dari petani."Tentunya dengan HPP, yakni Rp 8.300 per kilogram. Dengan harga ini, petani masih bisa untung," tutupnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler