Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Warga terdampak banjir di Desa Purworejo, Kecamatan Pati mulai terserang penyakit gatal-gatal, bisul kaki hingga mengeluarkan nanah. Penyakit ini mulai muncul siring dengan banjir yang semakin meninggi sejak Jumat (5/2/2021).

"Gatal-gatal sudah dua hari ini. Karena air banjir, pasti kan banyak membawa penyakit," kata Sulasah warga Desa Pandowan sata ditemui, Senin (8/2/2021).

Namun, dia mengaku sudah ada tim dokter dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) yang melakulan pemeriksaan di masjid setempat. Obat pun sudah diberikan untuk nantinya dikonsumsi.

Baca: Lebih dari 600 KK di Pati Kebanjiran saat Jateng di Rumah Saja, Kapolres Pati Bagikan Bantuan

"Sudah diperiksa, dikasih obat. Semoga tidak sampai parah lah. Kalau kaki kan kena air terus," imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kartini, warga Desa Purworejo. Dia mengaku tidak bisa beraktivitas sama sekali sejak pertama kali banjir masuk ke rumah Jumat (5/2/2021). Namun, diakui hal itu sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.

"Sudah biasa mas, tapi yang paling parah memang tahun 2014, karena air sampai 1,5 meter. Kami satu desa juga mengungsi. Kalau banjir ini kan tidak sampai mengungsi. Gatal-gatal sudah pasti lah," terangnya.Baca: Kayen dan Sukolilo Pati Banjir, Jalan ke RSUD Tak Bisa DilintasiBanjir tersebut diakui merupakan luapan dari sungai Silugonggo. Yang paling parah memang berada di bagian pinggir sungai, kedalaman hampir mencapai satu meter.Sampai saat ini, semua warga masih bertahan di rumah masing-masing. Padaha tempat tinggalnya sudah dimasuki banjir sejak Jumat (5/2/2021) lalu dengan ketinggian air beragam, mulai dari 30 sentimeter hingga 60 sentimeter. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler