Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Banjir di Kabupaten Pati saat ini semakin meninggi dan meluas dari sebelumnya. Bahkan sejumlah warga yang sebelumnya enggan meninggalkan rumah kini memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, dari data yang diinventarisir ada sebanyak 978 orang yang sudah mengungsi. Mereka terdiri dari 319 Kepala Keluarga (KK).
"Warga mengungasi lantaran ketinggian air yang masuk dalam rumahnya sudah mencapai satu meter, bahkan ada yang lebih. Sehingga tidak memungkinkan untuk tetap bertahan di rumah," katanya, Selasa (9/2/2021).
Dia menyebutkan, untuk warga yang paling banyak mengungsi berasal dari Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan. Jumlahnya mencapai 598 orang dan memilih berlindung di tempat pengungsian.
Kemudian ada juga yang berasal dari Desa Doropayung, Kecamatan Juwana dengan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 272 orang. Disusul kemudian desa lain di Kecamatan Sukolilo, seperti Desa Kasihan.
"Tidak semua mengungsi di tempat pengungsian, tetapi ada juga yang mengungsi di rumah keluarganya yang tidak terkena banjir," ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga menaiki perahu lantaran hendak mengungsi di rumah saudaranya yang tidak terdampak banjir (MURIANEWS/Chalies Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Banjir di Kabupaten Pati saat ini semakin meninggi dan meluas dari sebelumnya. Bahkan sejumlah warga yang sebelumnya enggan meninggalkan rumah kini memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, dari data yang diinventarisir ada sebanyak 978 orang yang sudah mengungsi. Mereka terdiri dari 319 Kepala Keluarga (KK).
"Warga mengungasi lantaran ketinggian air yang masuk dalam rumahnya sudah mencapai satu meter, bahkan ada yang lebih. Sehingga tidak memungkinkan untuk tetap bertahan di rumah," katanya, Selasa (9/2/2021).
Dia menyebutkan, untuk warga yang paling banyak mengungsi berasal dari Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan. Jumlahnya mencapai 598 orang dan memilih berlindung di tempat pengungsian.
Kemudian ada juga yang berasal dari Desa Doropayung, Kecamatan Juwana dengan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 272 orang. Disusul kemudian desa lain di Kecamatan Sukolilo, seperti Desa Kasihan.
"Tidak semua mengungsi di tempat pengungsian, tetapi ada juga yang mengungsi di rumah keluarganya yang tidak terkena banjir," ujarnya.
Martinus menambahkan, hingga saat ini jumlah desa yang terdampak banjir sebanyak 43 desa di enam kecamatan. Tinggi air rata-rata masih mencapai 50 sentimeter. Namun, ada juga yang mencapai 150 sentimeter, seperti di Desa Kosekan dan Mintobasuki.
"Yang genangannya tinggi memang berada di pinggiran sungai Juwana. Sehingg mereka sangat terdampak dari luapan sungai," ungkapnya.
Pihaknya juga sudah menyiagakan anggota untuk memantau perkembangan banjir. Apabila banjir meningg, maka warga yang terdampak akan langsung dilakukan evakuasi.
Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi