Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Banjir di Kabupaten Pati hingga saat ini masih ada yang belum surut. Warga yang terdampak pun masih ada yang bertahan di pengungsian.
Relawan Radio Antar Penduduk Republik Indonesia (Rappi) Pati Gunawan mengatakan, warga terdampak banjir saat ini membutuhkan obat gatal. Ini lantaran, banyak warga yang mulai merasakan gatal-gatal, terutama di bagian kaki.
"Kalau sembako sudah banyak. Tapi untuk salep gatal, masih sedikit," ungkapnya, Rabu (17/2/2021).
Dia mengaku setiap hari keliling desa yang terdampak banjir. Keluhan masyarakat rata-rata sama, yakni merasakan gatal-gatal. Pihaknya pun berupaya untuk memberikan bantuan salep, tetapi barangnya cukup terbatas.
"Kemarin kami mendapatkan beberapa kardus, tetapi hanya untuk beberapa desa saja," terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Dokter Ayu Yuanita nampak melakukan pemeriksaan di atas perahu kepada salah seorang korban banjir (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Banjir di Kabupaten Pati hingga saat ini masih ada yang belum surut. Warga yang terdampak pun masih ada yang bertahan di pengungsian.
Relawan Radio Antar Penduduk Republik Indonesia (Rappi) Pati Gunawan mengatakan, warga terdampak banjir saat ini membutuhkan obat gatal. Ini lantaran, banyak warga yang mulai merasakan gatal-gatal, terutama di bagian kaki.
"Kalau sembako sudah banyak. Tapi untuk salep gatal, masih sedikit," ungkapnya, Rabu (17/2/2021).
Dia mengaku setiap hari keliling desa yang terdampak banjir. Keluhan masyarakat rata-rata sama, yakni merasakan gatal-gatal. Pihaknya pun berupaya untuk memberikan bantuan salep, tetapi barangnya cukup terbatas.
"Kemarin kami mendapatkan beberapa kardus, tetapi hanya untuk beberapa desa saja," terangnya.
Meski demikian, dari pantauan yang dilakukan, kondisi banjir sudah ada beberapa desa yang surut. Namun, ada juga yang masih terendam dengan ketinghian mencapai 1,5 meter.
Untuk bantuan pun hingga saat ini masih terus berdatangan dari para dermawan. Bahkan dipastikan bantuan sembako sudah sangat melimpah.
"Yang kurang obat-obatan. Memang sudah ada pemeriksaan dokter, tetapi untuk obat gatal masih sangat kekurangan," tutupnya.
Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi