Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Sungai Juwana yang diduga menjadi biang banjir di Pati saat ini memang membutuhkan normalisasi. Apalagi setiap musim hujan, luapan sungai tersebut banyak menggenangi rumah warga.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengaku sudah tanggap terhadap normalisasi sungai Juwana itu. Bahkan pihaknya sudah menemui Direktorat Jendral (Dirjen) Sumberdaya Air untuk memperioritaskan normalisasi sungai tersebut.

"Ini harus diperioritaskan, karena kalau tidak segera dinormalisasi, nanti (banjir) berulang terus," katanya usai melakukan pemantauan jalan pantura di Pati, Selasa (23/2/2021).

Selain banjir, alasan lain yang juga patut dipertimbangkan adalah bahwa anak sungai Juwana ini ada 26. Sehinga semua aliran air tumpah menjadi satu di sungai Juwana.

"Karena itu saya lagi ngecek, terutama yang ada di ujung Pati, Kudus dan Pekalongan. Pekalongan ini karena tanggulnya belum tuntas, maka belum bisa. Terus ada satu sungai yang hari ini baru pengerjaan," imbuhnya.
"Karena itu saya lagi ngecek, terutama yang ada di ujung Pati, Kudus dan Pekalongan. Pekalongan ini karena tanggulnya belum tuntas, maka belum bisa. Terus ada satu sungai yang hari ini baru pengerjaan," imbuhnya.Untuk mengatasi hal itu, dirinya juga meminta kepada bupati maupun walikota agar memperketat tata ruang, terutama daerah-daerah yang mempunyai potensi tenggelam."Demak sama Semarang itu di Sayung, terus di Pekalongan itu ada di Kabupaten dan Kota. Jadi dua yang menurut saya yang penting," terangnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler