Pemuda Alasdowo Pati Manfaatkan Banjir untuk Ojek Motor, Sekali Angkut Rp 15 Ribu
Cholis Anwar
Rabu, 24 Februari 2021 12:48:25
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Banjir yang melanda Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti memang cukup parah. Bahkan ketinggian air di jalan utama penghubung dengan Desa Puncel sudah mencapai lutut orang dewasa.
Akibatnya, kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas di jalan tersebut. Kendati demikian, ada juga yang memaksa menerobos banjir, tetapi motor macet di tengah jalan.
Baca: Banjir di Desa Alasdowo Pati Mencapai Satu Meter, Warga Masih Bertahan di Rumah
Melihat kondisi itu, pemuda desa setempat pun berinisiatif untuk menyediakan jasa ojek motor. Dengan menggunakan gerobak (songkro), motor diangkut bersama dengan pemilik.
Ahmad Minan, pemuda yang memberikan jasa angkut motor tersebut mengatakan, inisiatif itu bermula dari bapaknya. Sewaktu ada banjir, bapaknya selalu menawarkan jasa angkut motor.
"Ini saya yang meneruskan. Dari pada memaksa menerobos banjir tapi motornya macet, mending pakai jasa ojek motor saja," katanya, Rabu (24/2/2021).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Para pemuda mengangkut motor menggunakan gerobak untuk menghindari banjir. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Banjir yang melanda Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti memang cukup parah. Bahkan ketinggian air di jalan utama penghubung dengan Desa Puncel sudah mencapai lutut orang dewasa.
Akibatnya, kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas di jalan tersebut. Kendati demikian, ada juga yang memaksa menerobos banjir, tetapi motor macet di tengah jalan.
Baca: