Banjir Sempat Mencapai Dua Meter, Dukuh Kedawung Dukuhseti Pati Terisolir
Cholis Anwar
Kamis, 25 Februari 2021 15:28:04
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati – Banjir yang melanda Dukuh Kedawung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti Pati diketahui sempat meninggi hingga dua meter. Akibatnya, dukuh tersebut terisolir. Sejumlah warga yang masih bertahan pun hingga saat ini belum mendapatkan bantuan.
Ketua Tim SAR Tunggul Wulung Pati Ali Masadi mengatakan, pada awal banjir, yakni Selasa (24/2/2021) kemarin, ketinggian air mencapai dua meter. Sementara hingga hari ini, genangan masih setinggi 1,7 meter.
Baca: Hujan Badai Robohkan Dua Rumah di Pati
"Yang masih tinggi (genangannya) di RT 10 dan 11 RW 02. Ini yang paling parah dan terisolir," katanya, Kamis (25/2/2021).
Untuk rumah yang tergenang sendiri ada sebanyak 73 unit. Sementara para pemiliknya rata-rata sudah mengungsi di rumah saudaranya. Namun sebagian besar bapak-bapak, masih bertahan di rumah untuk mengamankan perabot rumah tangga.
"Kalau tidak mengungsi bahaya. Karena itu, kemarin kami sarankan agar warga tetap mengungsi," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Relawan menyusuri rumah warga yang terisolir (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati – Banjir yang melanda Dukuh Kedawung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti Pati diketahui sempat meninggi hingga dua meter. Akibatnya, dukuh tersebut terisolir. Sejumlah warga yang masih bertahan pun hingga saat ini belum mendapatkan bantuan.
Ketua Tim SAR Tunggul Wulung Pati Ali Masadi mengatakan, pada awal banjir, yakni Selasa (24/2/2021) kemarin, ketinggian air mencapai dua meter. Sementara hingga hari ini, genangan masih setinggi 1,7 meter.
Baca: