Rabu, 22 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah mengkaji Candi Pamohan Ajar di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Diduga, candi tersebut merupakan cagar budaya.

Selain itu, tim juga menelusuri temuan prasasti yang tersimpan di rumah warga di Kecamatan Cluwak serta Sawah Candi di Desa Sidokerto, Kecamatan Pati.

Ragil Haryo, salah seorang tim ahli cagar budaya Kabupaten Pati menjelaskan, dalam penelusuran memang ditemukan sejumlah hal unik. Seperti di Candi Pomahan Ajar, tim dari BPCB menemukan objek yang diduga prasasti.

“Namun kondisinya memang sudah mengalami kerusakan dan hanya terbaca satu aksa. Kemudian juga diketemukan pecahan-pecahan keramik yang berasal dari waktu dan tempat yang berbeda,” terangnya.

[caption id="attachment_209246" align="alignleft" width="880"] Tim BPCB memeriksa sebuah candi yang ada di Pati (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Pecahan keramik tersebut diperkirakan ada yang berasal dari era dinasti Sung di Cina. Selain itu juga ditemukan sejumlah pecahan keramik yang mempunyai ciri-ciri keramik serupa dari Vietnam pada era abad 15 hingga 16.
Pecahan keramik tersebut diperkirakan ada yang berasal dari era dinasti Sung di Cina. Selain itu juga ditemukan sejumlah pecahan keramik yang mempunyai ciri-ciri keramik serupa dari Vietnam pada era abad 15 hingga 16.“Di area Pomahan Ajar juga ditemukan fragmen pecahan terakota berupa potongan tangan dan kaki sebuah patung. Begitupun ketika di Sawah Candi, ditemukan juga batu bata ukuran besar kemudian reruntuhan batu bata yang terlihat di bekas galian sungai kecil di samping candi tersebut,” jelasnya.Penemuan itupun mengindikasikan jika wilayah Kabupaten Pati merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah penting dari era masa kerajaan yang ada di nusantara.“Kami berharap temuan ini bisa menjadi salah satu kunci dalam mengungkap peranan wilayah Kabupaten Pati di masa lampau,” imbuhnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler