Wujudkan Jateng Ijo Royo-Royo, CDK2 Pati Tanam Ratusan Pohon
Cholis Anwar
Rabu, 31 Maret 2021 12:02:31
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Sebagai upaya untuk mewujudkan program Jateng Ijo Royo-Royo, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) 2 Pati melakukan penanaman ratusan pohon kehutanan. Penanaman dilakukan di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa.
Kepala CDK2 Pati Puji Harini mengatakan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memang tengah mencanangkan program Jateng Ijo Royo-Royo. Program itu dicanangkan karena masih banyak wilayah tandus yang ada di Jateng, termasuk di Kabupaten Pati.
"Kami yang bergerak di Wilayah Pati, merespon program tersebut dengan melakukan penanaman pohon. Kami memilih Desa Panggungroyom, karena di desa ini masing sangat kurang untuk tanaman kehutanan. Bahkan kondisinya juga sangat panas," katanya, Rabu (31/3/2021).
Selain itu, di desa tersebut juga sering terjadi banjir. Sehingga dengan adanya tanaman hutan ini, setidaknya dapat mengantisipasi adanya banjir tersebut. Apalagi, pihaknya juga mendapatkan CSR dari PT Jiale Tekstil Indonesia, Jepara berupa 350 bibit tanaman kehutanan.
"Pohon kehutanan ini juga sangat penting karena dapat menyimpan air. Sehingga ini nanti sangat bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat atau pun Karangtaruna desa setempat akan membantu merawat bibit pohon yang sudah di tanam itu. Karena yang sulit itu memang merawat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kepala CDK 2 Pati Puji Harini menanam bibit bersama dengan Kades Panggungroyom (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Sebagai upaya untuk mewujudkan program Jateng Ijo Royo-Royo, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) 2 Pati melakukan penanaman ratusan pohon kehutanan. Penanaman dilakukan di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa.
Kepala CDK2 Pati Puji Harini mengatakan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memang tengah mencanangkan program Jateng Ijo Royo-Royo. Program itu dicanangkan karena masih banyak wilayah tandus yang ada di Jateng, termasuk di Kabupaten Pati.
"Kami yang bergerak di Wilayah Pati, merespon program tersebut dengan melakukan penanaman pohon. Kami memilih Desa Panggungroyom, karena di desa ini masing sangat kurang untuk tanaman kehutanan. Bahkan kondisinya juga sangat panas," katanya, Rabu (31/3/2021).
Selain itu, di desa tersebut juga sering terjadi banjir. Sehingga dengan adanya tanaman hutan ini, setidaknya dapat mengantisipasi adanya banjir tersebut. Apalagi, pihaknya juga mendapatkan CSR dari PT Jiale Tekstil Indonesia, Jepara berupa 350 bibit tanaman kehutanan.
"Pohon kehutanan ini juga sangat penting karena dapat menyimpan air. Sehingga ini nanti sangat bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat atau pun Karangtaruna desa setempat akan membantu merawat bibit pohon yang sudah di tanam itu. Karena yang sulit itu memang merawat.
"Butuh keterlibatan bersama semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Jateng Ijo Royo-Royo. Karena kalau bibit sudah di tanam, tetapi tidak dirawat dengam baik, nantinya juga tidak membuahkan output yang maksimal," ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Panggungroyom Hadi mengatakan, dengan adanya bantuan bibit tahaman kehutanan itu sangat membantu pihak desa. Sebab, di pinggi-pinggir jalan memang tidak ada tanamannya.
"Bibit ini kami tanam di sepanjang jalan desa, termasuk juga sepanjang jalan menuju lapangan. Kalau sudah besar, nanti kan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat juga, termasuk bisa menjadi aset desa," tutupnya.
Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi