Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Bangsa Indonesia saat ini tengah dikoyak oleh ancaman radikalisme dan terorisme. Bahkan aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu, harus menjadi antisipasi bersama.

Dalam hal ini, semua elemen masyarakat harus bersatu untuk menangkal terisme itu. Sebab, radikalisme dan terorisme dapat mengancam Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR RI Marwan Ja'far saat membuka acara sosialisasi 4 pilar secara virtual di Kecamatan Winong, Jumat (2/4/2021).

"Sekarang kita juga perlu bersama-sama menangkal dan melawan gerakan intoleransi, radikalisme dan terorisme. Ingat, teroris adalah musuh bangsa," katanya.

Sosialisasi itu dilakukan bersama dengan pemuda dan jajaran Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Garda Bangsa Kecamatan Winong, Pucakwangi, Jakenan, dan Jaken.

Dia menyebut, tantangan bangsa belakangan ini semakin berat. Sebab, bangsa dihadapkan dengan ancaman pihak tertentu yang menginginkan bangsa ini tercerai berai melalui pemahaman intoleransi dan radikalisme. Masyarakat jangan hanya sekadar memahami nilai kebangsaan, tetapi juga menjadikan laku hidup."Semua elemen masyarakat perlu semakin meningkatkan solidaritas kebangsaan untuk menjawab tantangan tersebut. Solidaritas merupakan bagian dari pemahaman atas nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," jelasnya.Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, mayoritas masyakat Indonesia masih memegang prinsip kebangsaan yang menyatukan keberagaman. Hal itu merupakan modal penting yang harus selalu dipupuk agar tantangan serta ancaman bangsa dapat diatasi bersama."Bangsa ini dapat bangkit dari keterpurukan kalau semua pihak bersinergi dalam bingkai persatuan. Pemerintah harus melayani rakyatnya dengan layak dan baik. Begitu pula masyarakat, juga saling mendukung demi kemajuan negeri yang penuh potensi ini," tegasnya.Reporter: Cholis AnwarEdutor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler