Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Sekali pun Satgas Covid-19 telah mengeluarkan adendum terkait larangan mudik Lebaran, tetapi masih banyak warga yang lolos dari penyekatan. Bahkan di Pati sendiri, sudah ada 498 pemudik yang terdata dan sudah tiba di kampung halaman masing-masing.

Jumlah tersebut diketahui setelah dari pihak desa melakukan pendataan terhadap warga yang terlanjur mudik. Paling banyak ada di Kecamatan Winong, dan Jaken.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, laporan yang diterimanya itu belum termasuk dari lima kecamatan, yakni Sukolilo, Tambakromo, Dukuhseti dan Margoyoso.

Tetapi, dari semua pemudik yang sudah tiba itu, diakui semuanya sudah dilakukan pemeriksaan di RSUD Soewondo. Hasilnya, ada dua orang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Kemarin kami cek, dari 498 pemudik itu ada dua yang positif, tetapi mereka tanpa gejala. Yang positif sudah kami isolasi," katanya, Rabu (5/5/2021).

Ditambahkan pula, dua pemudik yang positif itu sudah sehari berada di rumahnya. Sehingga pihaknya akan tetap melakukan tracing kepada keluarga dua pemudik tersebut.

Baca: Kronologi 39 Warga Kuryokalangan Pati Tertular Covid-19, Ketahuan Setelah Ada yang Meninggal

Haryanto juga mengakui sempat ada pemudik yang tak mau diswab. Namun, karena hal itu sudah menjadi sanksi lantaran nekat mudik, maka yang bersangkutan dilakukan penjemputan paksa."Sudah risiko, kalau sudah terlanjur mudik, kan tidak mungkin saya suruh kembali. Yang pasti mereka harus siap sanksinya, ya diisolasi, diswab," terangnya.Baca: Klaster Mudik di Kuryokalangan Pati Dinyatakan Rampung, Ganjar: Jangan Sampai Kejadian Ini TerulangDari 498 pemudik tersebut, diakui juga ada pekerja migran. Namun, setelah dilakukan swab antigen, yang bersangkutan dinyatakan negatif."Dari migran itu sangat ketat sekali, semuanya punya dokumen resmi. Tapi kalau yang mudik curi-curi ini, mereka tidak punya dokumen," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler