Kudus Terjadi Lonjakan Covid, Bupati Pati Waspadai Dampaknya
Cholis Anwar
Sabtu, 29 Mei 2021 14:38:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Kasus Covid-19 di Pati Bumi Mina Tani saat ini tengah melandai. Namun, di kabupaten tetangga, yakni di Kudus situasinya semakin mengkhawatirkan. Bahkan pascalebaran kemarin hingga saat ini kasus corona masih terus melonjak.
Sehingga, hal ini menjadi kehawatiran tersendiri bagi warga Pati. Apalagi banyak di antara mereka yang bekerja di Kudus.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, sejauh ini di Pati sudah ada limpahan pasien terkonfirmasi positif dari Kabupaten Kudus. Dirinya mengaku mendapatkan laporan dari RS Keluarga Sehat (KSH), sampai pada Jumat (28/5/2021) kemarin, jumlah pasien Covid-19 dari Kudus sebanyak 25 orang.
“Pati ini ketambahan pasien dari Kudus, di KSH itu ada 42 pasien Covid-19, yang 25 adalah dari Kudus. Sementara yang lainnya ada yang dari Jepara, Rembang, Grobogan, dan Pati sendiri,” katanya, Sabtu (29/5/2021).
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya pun akan berusaha untuk menyediakan tempat isolasi bagi warga Pati yang terpapar covid. Sebab, untuk tempat isolasi terpusat yang saat ini mempunyai kapasitas 65 ruangan, sudah terpakai sekitar 38 ruangan.
“Kalau dari Pati sendiri, saat ini menurut kami landai. Tetapi kita kan harus hati-hati, sekali pun landai. Apalagi dengan tetangga kabupaten. Seperti dulu, Jepara juga meningkat, akhirnya juga berdampak terhadap Kabupaten Pati,” terangnya.
Baca: Pasien Covid-19 dari Kudus Mulai Dirujuk ke Semarang
Untuk saat ini, tempat isolasi terpusat masih di RSUD Soewondo. Namun, apabila nanti terjadi peningkatan, untuk sementara akan dilakukan isolasi di desa. Hal itu bisa memanfaatkan Jogo Tonggo maupun Obor Bumi maupun juga Satgas Covid-19.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bupati Pati Haryanto. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Kasus Covid-19 di Pati Bumi Mina Tani saat ini tengah melandai. Namun, di kabupaten tetangga, yakni di Kudus situasinya semakin mengkhawatirkan. Bahkan pascalebaran kemarin hingga saat ini kasus corona masih terus melonjak.
Sehingga, hal ini menjadi kehawatiran tersendiri bagi warga Pati. Apalagi banyak di antara mereka yang bekerja di Kudus.
Bupati Pati Haryanto mengatakan, sejauh ini di Pati sudah ada limpahan pasien terkonfirmasi positif dari Kabupaten Kudus. Dirinya mengaku mendapatkan laporan dari RS Keluarga Sehat (KSH), sampai pada Jumat (28/5/2021) kemarin, jumlah pasien Covid-19 dari Kudus sebanyak 25 orang.
“Pati ini ketambahan pasien dari Kudus, di KSH itu ada 42 pasien Covid-19, yang 25 adalah dari Kudus. Sementara yang lainnya ada yang dari Jepara, Rembang, Grobogan, dan Pati sendiri,” katanya, Sabtu (29/5/2021).
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya pun akan berusaha untuk menyediakan tempat isolasi bagi warga Pati yang terpapar covid. Sebab, untuk tempat isolasi terpusat yang saat ini mempunyai kapasitas 65 ruangan, sudah terpakai sekitar 38 ruangan.
“Kalau dari Pati sendiri, saat ini menurut kami landai. Tetapi kita kan harus hati-hati, sekali pun landai. Apalagi dengan tetangga kabupaten. Seperti dulu, Jepara juga meningkat, akhirnya juga berdampak terhadap Kabupaten Pati,” terangnya.
Baca: