Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menengarai, lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah, dimungkinkan karena tracking yang tidak maksimal. Sehingga warga yang terpapar dapat menularkan kepada yang lain.
Padahal menurutnya, tracking yang tidak tuntas ini justru menjadi bibit yang dapat menciptakan kalster baru. Terlebih apabila warga yang terpapar ini justru berkerumun dengan orang lain.
"Tenaga kesehatan, terutama yang ada di kecamatan maupun desa, harus benar-benar memperhatikan hal ini. Jangan sampai tidak dilakukan tracking setelah ada warga yang positif. Tracking juga harus tuntas dan jelas, siapa yang kontak erat," katanya saat kunjungan di Pati, Sabtu (5/6/2021).
Ia juga meminta agar fasilitas kesehatan di posko PPKM Mikro harus dilengkapi. Jika ditemukan adanya warga atau masyarakat yang terpapr, untuk segara dilakukan isolasi mandiri.
"Jangan menunggu dan menunggu. Ketika ditemukan ada yang positif, langsung diisolasi, kemudian anggota keluarga maupun yang kontak erat segera dilakukan tracking," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menengarai, lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah, dimungkinkan karena tracking yang tidak maksimal. Sehingga warga yang terpapar dapat menularkan kepada yang lain.
Padahal menurutnya, tracking yang tidak tuntas ini justru menjadi bibit yang dapat menciptakan kalster baru. Terlebih apabila warga yang terpapar ini justru berkerumun dengan orang lain.
"Tenaga kesehatan, terutama yang ada di kecamatan maupun desa, harus benar-benar memperhatikan hal ini. Jangan sampai tidak dilakukan tracking setelah ada warga yang positif. Tracking juga harus tuntas dan jelas, siapa yang kontak erat," katanya saat kunjungan di Pati, Sabtu (5/6/2021).
Ia juga meminta agar fasilitas kesehatan di posko PPKM Mikro harus dilengkapi. Jika ditemukan adanya warga atau masyarakat yang terpapr, untuk segara dilakukan isolasi mandiri.
"Jangan menunggu dan menunggu. Ketika ditemukan ada yang positif, langsung diisolasi, kemudian anggota keluarga maupun yang kontak erat segera dilakukan tracking," jelasnya.
Baca: