Bupati Haryanto Sebut Covid-19 Varian India di Pati Baru Indikasi
Cholis Anwar
Senin, 14 Juni 2021 16:20:30
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Banyaknya isu yang beredar bahwa virus corona varian India yang masuk di Pati, membuat kehebohan sendiri di masyarakat.. Bupati Pati Haryanto pun buka suara dan memberikan klarifikasi terkait hal itu.
Menurutnya, kabar tersebut belum dipastikan kebenarannya. Saat ini menurutnya, penyebaran Covid-19 varian delta itu baru indikasi.
Sebab, untuk pengambilan sampel spesimen dari warga Pati sendiri belum dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara yang baru diteliti sempelnya adalah warga yang terpapar di Kudus.
Namun, karena banyak warga Kudus yang dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Pati, hal itu menurutnya juga berdampak.
"Memang ada indikasi varian delta ini menyebar di Kabupaten Pati, Demak, Grobogan, Jepara dan sekitarnya. Namun itu baru indikasi, sampelnya dari Kudus itu,” kata Haryanto, Senin (14/6/2021).
Baca: Varian Covid-19 India Terdeteksi di Kudus, 28 Sampel Positif
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Haryanto, Bupati Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Banyaknya isu yang beredar bahwa virus corona varian India yang masuk di Pati, membuat kehebohan sendiri di masyarakat.. Bupati Pati Haryanto pun buka suara dan memberikan klarifikasi terkait hal itu.
Menurutnya, kabar tersebut belum dipastikan kebenarannya. Saat ini menurutnya, penyebaran Covid-19 varian delta itu baru indikasi.
Sebab, untuk pengambilan sampel spesimen dari warga Pati sendiri belum dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara yang baru diteliti sempelnya adalah warga yang terpapar di Kudus.
Namun, karena banyak warga Kudus yang dirawat di sejumlah Rumah Sakit di Pati, hal itu menurutnya juga berdampak.
"Memang ada indikasi varian delta ini menyebar di Kabupaten Pati, Demak, Grobogan, Jepara dan sekitarnya. Namun itu baru indikasi, sampelnya dari Kudus itu,” kata Haryanto, Senin (14/6/2021).
Baca: