Serapan Dana Desa di Kecamatan Sukolilo Paling Rendah se-Kabupaten Pati
Cholis Anwar
Sabtu, 17 Juli 2021 15:04:05
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Pada semester pertama tahun 2021 ini, serapan Dana Desa yang masuk di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, terbilang cukup rendah. Bahkan persentasenya hanya 30,61 persen.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Pati Marno mengatakan, sesuai dengan data yang dimiliki, untuk serapan anggaan Dana Desa tertinggi di Pati yakni di Kecamatan Dukuhseti. Kemudian yang paling rendah adalah di Kecamatan Sukolilo.
"Dukuhseti dengan pagu Rp 14,16 miliar, sudah terealisasi Rp 7,13 miliar atau 50,37 persen. Sedangkan Sukolilo dengan pagu anggaran Rp 24,89 miliar, terealisasi sebesar Rp 7,71 miliar atau 30,61 persen," katanya, Sabtu (17/7/2021).
Selanjutnya, Kecamatan Jakenan mendapatkan alokasi Rp 20,92 miliar, realisasinya Rp 9,51 miliar atau 45,48 persen. Disusul kemudian Kecamatan Tambakromo dengan pagu senilai Rp 20,09 miliar baru terealisasi Rp 8,95 miliar atau 44,54 persen.
Kecamatan Tayu memperoleh alokasi sebesar Rp 20.47 miliar dengan realisasi 8,86 miliar atau 43,30 persen. Kecamatan Batangan dari pagu Rp 17.49 miliar, pada semester pertama terealisasi Rp 7,49 miliar atau 43 persen.
Kecamatan Gunungwungkal yang memperoleh pagu Rp16.06 miliar baru terrealisasi Rp 6,86 miliar atau 43 persen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Dana Desa[/caption]
MURIANEWS, Pati - Pada semester pertama tahun 2021 ini, serapan Dana Desa yang masuk di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, terbilang cukup rendah. Bahkan persentasenya hanya 30,61 persen.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kabupaten Pati Marno mengatakan, sesuai dengan data yang dimiliki, untuk serapan anggaan Dana Desa tertinggi di Pati yakni di Kecamatan Dukuhseti. Kemudian yang paling rendah adalah di Kecamatan Sukolilo.
"Dukuhseti dengan pagu Rp 14,16 miliar, sudah terealisasi Rp 7,13 miliar atau 50,37 persen. Sedangkan Sukolilo dengan pagu anggaran Rp 24,89 miliar, terealisasi sebesar Rp 7,71 miliar atau 30,61 persen," katanya, Sabtu (17/7/2021).
Selanjutnya, Kecamatan Jakenan mendapatkan alokasi Rp 20,92 miliar, realisasinya Rp 9,51 miliar atau 45,48 persen. Disusul kemudian Kecamatan Tambakromo dengan pagu senilai Rp 20,09 miliar baru terealisasi Rp 8,95 miliar atau 44,54 persen.
Kecamatan Tayu memperoleh alokasi sebesar Rp 20.47 miliar dengan realisasi 8,86 miliar atau 43,30 persen. Kecamatan Batangan dari pagu Rp 17.49 miliar, pada semester pertama terealisasi Rp 7,49 miliar atau 43 persen.
Kecamatan Gunungwungkal yang memperoleh pagu Rp16.06 miliar baru terrealisasi Rp 6,86 miliar atau 43 persen.
"Di atas Sukolilo, ada Kecamatan Cluwak yang juga mempunyai serapan rendah, yakni dari pagu Rp 15.40 miliar baru terealisasi Rp 5,21 miliar atau 33,82 persen," terangnya.
Meski demikian, pihaknya menyebut serapan Dana Desa di Kabupaten Pati relatif baik. Pasalnya tahun 2021 ini berbarengan dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 215 desa. Sehingga terjadi keterlambatan pembentukan Perdes.
“Mungkin yang jadi kendala memang pada saat Pilkades itu. Karena ada 215 desa, sehingga ada beberapa keterlambatan, termasuk pencairan Dana Desa yang sempat ditunda juga untuk desa penyelenggara pilkades," pungkasnya.
Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha