Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Sambungan pipa air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Kabupaten Pati mengalami kebocoran di sebelah timur Tugu Bambu Runcing Wedarijaksa, Sabtu (24/7/2021).

Air yang keluar dari pipa pun cukup besar hingga meluber ke jalan. Bahkan warung yang berdekatan dengan pipa yang bocor tersebut, halamannya dipenuhi dengan air.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bening Pati Bambang Soemantri mengatakan, bocornya pipa sambungan tersebut dimungkinkan karena tekanan dari tanah. Sebab, pada saat musim kemarau seperti ini, tanah akan menjadi keras dan menekan pipa aliran air yang ada di dalam, sehingga kemungkinan bisa bocor.

“Karena posisi galian pipa di pinggir jalan, sehingga mudah sekali terkena tekanan dari kendaraan dan mengakibatkan bocor. Hal semacam ini sudah sering terjadi, terutama pada saat musim kemarau,” katanya.

Dia menyebut, di lokasi yang sama, ada dua sambungan pipa yang semuanya mengarah ke Kecamatan Juwana. Sedangkan untuk sumurnya sendiri berada di tiga desa, yakni Desa Trangkil, Ketanen, dan Suwaduk.

“Ada dua pipa, yang satu berukuran 8 inci dan yang satu lagi berukuran 10 inci. Ini kami belum tahu yang mana yang mengalami kebocoran,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk pipa yang berukuran 8 inci, air yang mengalir per detiknya sekitar 30 liter. Sedangkan yang berukuran 10 inci mencapai 40-45 liter per detik air yang mengalir. Semua itu adalah untuk kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Juwana.“Karena mengalami kebocoran, sambungan kami tutup terlebih dahulu. Saat ini tim kami juga sudah mulai memperbaiki pipa yang bocor itu. Selesai paling lama dua hari perbaikan, karena kedalamanan penimbunan pipa mencapai dua meter,” terangnya.Kendati demikian, bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Juwana diharap tidak perlu khawatir. Sebab, ada tiga titik pompa air yang mengarah ke Juwana, yakni di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, dan dari Sugiharjo.“Jadi, ini hanya ada satu sambungan yang kami matikan. Sementara dua yang lainnya masih tetap beroperasi,” pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler