Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Petani cabai merah di Kabupaten Pati, terpaksa harus gigit jari pada musim panen tahun ini. Pasalnya, harga cabai saat ini terjun bebas.

Bahkan para petani tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Malah, mereka harus merugi banyak.

Petani cabai di Desa Sidorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Wario mengatakan, saat ini harga cabai hanya Rp 5.000 per kilogram. Padahal dua bulan lalu, harganya masih merajai di angka Rp 30.000 per kilogram.

Harga tersebut adalah dari petani, sementara harga di pasaran saat itu mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Dengan kondisi itu, Wario mengaku rugi banyak. Bahkan dia terpaksa membiarkan saja cabai yang seharusnya siap dipanen tersebut.

Lantaran, apabila harus dipanen tentu akan mengeluarkan ongkos lagi, sehingga kalkulasi kerugian justru semakin banyak.

"Gimana lagi dijual kemana-mana pada enggak mau. Kita biarkan saja, sampai kering tidak disiram, kalau perlu kita buang saja," ujar warga Desa Sidoarjo, Kecamatan Wedarijaksa itu, Selasa (3/8/2021).

Dirinya menyebut, petani bisa tersenyum sumringah pada Mei lalu. Mengingat saat itu, harga cabai merah mencapai rekor tertinggi di angka Rp 30.000 per kilogram.
Dirinya menyebut, petani bisa tersenyum sumringah pada Mei lalu. Mengingat saat itu, harga cabai merah mencapai rekor tertinggi di angka Rp 30.000 per kilogram.Namun sekarang, Wario hanya bisa menghela napas karena harga cabai jatuh tak terkendali."Cabai merah anjlok habis-habisan ini, murah sekali Rp 5.000. Dulunya itu bisa sampai Rp 27.000-30.000, habis itu turun jadi Rp15.000 dan sekarang cuman Rp 5.000. Harga segitu petani enggak dapat apa-apa, malah rugi, modal enggak balik," ungkapnya.Idealnya, imbuh Waryo, harga cabai merah di atas Rp 10.000 per kilogram. Baru petani mendapatkan keuntungan dari kerja kerasnya.Namun dengan diharga yang sekarang, petani hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah mengambil Langkah untuk menyetabilkan harga di pasaran."Minimal harga Rp10.000, meski keuntungannya tipis. Biaya operasional kayak pemupukan, penyemprotan, belum lagi tenaga kan biaya. Modal per hektare itu Rp 15 juta lebih. Petani enggak bisa apa-apa sekarang," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler