Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana akan memberikan bantuan berupa beras 10 kilogram kepada warga yang kurang mampu dan terdampak pandemi. Setidaknya ada 10 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

Namun, pemberian bantuan ini memang secara khusus akan diberikan kepada warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali selama pandemi Covid-19.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, untuk memberikan bantyan 10 kilogram beras kepada 10 ribu KPM tersebut, anggarannya diperoleh dari refocusing dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah anggaran diperoleh, maka seluruhnya akan dibelikan beras untuk nantinya dibagikan.

"Nanti dibagikan di 21 kecamatan. Tetapi tidak semua (warga, red) dapat, hanya 10 ribu KPM. Masing-masing desa pun jumlah yang mendapatkan berbeda-beda. Tapi untuk berat berasnya tetap sama, 10 kilogram," katanya, Senin (9/8/2021).

Dirinya juga berpesan kepada para camat, agar ketika melakukan monitoring PPKM, bisa membawa beras bantuan tersebut. Kemudian, beras itu dibagikan kepada mereka yang belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Bagikan kepada pedagang kaki lima, angkringan, tukang ojek, penarik becak dan warga yang terdampak lainnya," jelas Haryanto.
"Bagikan kepada pedagang kaki lima, angkringan, tukang ojek, penarik becak dan warga yang terdampak lainnya," jelas Haryanto.Kemudian, lanjut Haryanto, pada saat monitoring di warung atau angkringan yang buka hingga larut malam, petugas tidak hanya mengimbau untuk tutup tetapi juga memberikan bantuan. Setidaknya, setelah diberikan bantuan beras tersebut, dapat sedikit melegakan yang punya warung, sehingga mereka tidak kecewa.Lebih lanjut, bantuan ini diperkirakan tidak bisa diberikan secara terus menerus. Sebab, ada keterbatas anggaran maupun penyalurannya."Nanti didata dulu yang berhak untuk mendapatkan bantuan ini. Nanti camat pasti tahu kondisi di lapangan. Yang penting jangan sampai tumpang tindih," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler