Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati- Nasib naas dialami oleh Herdiansyah Eko Adi Saputro (16) remaja yang merupakan warga Desa Kaliaman RT 02 RW 05 kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Saat mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kapal Motor Candra  Mina Adytia 01 Juwana, dirinya malah terpeleset dari kapal.

Kali pertama kejadian itu diketahui oleh Irfan Tonady (17) yang merupakan teman korban dalam PKL tersebut. Mereka berasal dari SMKN 1 Jepara. Pada Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 00.00 WIB, Kapal Motor Candra  Mina Adytia 01 sedang berlabuh di alur sungai Silugonggo, tepatnya di dermaga pelabuhan Juwana. Kapal tersebut berlabuh lantaran menunggu air pasang untuk berangkat melaut.

Sekitar pukul 00.20 WIB, Irfan Tonady yang sedang tidur tiba-tiba terbangun mendengar suara seperti orang terjatuh. Seketika Irfan memberitahukan kepada Junaedi (38) yang merupakan ABK Kapal Motor Candra Mina Aditya. Rupanya Junaedi juga mendengar suara yang sama.

Kemudian keduanya mencari arah sumber suara dari samping kiri kapal dengan menggunakan senter.

"Ternyata didapati bahwa ada seseorang jatuh ke sungai yang terlihat ujung kepala dan kedua tangannya dan sempat berteriak minta tolong. kemudian kedua saksi membangunkan semua Anak Buah Kapal (ABK) yang ada diatas kapal," ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto.

Melihat ada yang tenggelam, Junaedi kemudian mengambil tali  untuk diulurkan kepada korban. Namun belum sampai tali tersebut diulurkan, korban sudah hanyut tenggelam.
Melihat ada yang tenggelam, Junaedi kemudian mengambil tali  untuk diulurkan kepada korban. Namun belum sampai tali tersebut diulurkan, korban sudah hanyut tenggelam."Diduga korban terpelesat dari buritan kapal dan tidak bisa berenang sehingga korban hanyut tenggelam " lanjutnya.Operasi pencarian dan pertolongan dilakukan dengan metode penyisiran sekitar tempat kejadian dengan menggunakan perahu karet.  pencarian melibatkan berbagai unsur diantaranya pos SAR Jepara, satpolAir, TNI AL , Barreta, Balakar, Rescue Rembang, Separatis Rescue dan nelayan sekitar.Hingga malam kemarin pencarian terus dilakukan oleh petugas gabungan. Kemudian pada Minggu (15/8/2021) sekitar pukul 03.00 WIB, korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian."Kirban kami temukan dan kami angkat ke daratan. Saat kami temukan, kondisi korban sudah meninggal dunia," tutupnya.Reporter: Cholish AnwarEditor: Budi erje

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler