Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Upaya untuk mengisi Hari Kemerdekaan bisa dilakukan dengan banyak cara. Seperti anak-anak di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati, mereka melakukkanya dengan cara yang patut diacungi jempol.

Sambil membawa karung, mereka berkeliling dari lapangan desa setempat hingga ke bibir pantai. Setiap ada sampah di jalanan, mereka saling mendahului untuk memungut sampah itu.

Kemudian, semua anak yang berhasil mengumpulkan sampah itu akan diberikan hadiah oleh pihak desa. Sehingga, berapapun sampah yang didapatkan, semuanya akan mendapatkan hadiah yang sama.

Kepala Desa Tunggulsari Setyo Wahyudi mengatakan, cara ini untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk lebih menjaga lingkungan. Banyak sekali sampah yang berserakan, namun apabila tidak ada kepedulian dari masyarakat, nantinya juga akan berdampak buruk bagi lingkungan.

“Kami memang mengajak anak-anak untuk membersihkan sampah. selain itu, ini juga merupakan peringatan bagi orang tua, agar jangan membuang sampah sembarangan. Anak kecil saja peduli lingkungan dengan memungut sampah, maka jangan sampai orang tua membuang sampah sembarangan,” katanya, Selasa (17/8/2021).

Dia menambahkan, dalam gerakan peduli lingkungan itu, pihaknya juga dibantu oleh Karang Taruna desa setempat, kelompok Masyarakat Peduli Sampah (Kompas) dan mahasiswa KKN Ipmafa Pati. Sinergitas ini dilakukan sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat dan anak-anak agar sadar lingkungan.
Dia menambahkan, dalam gerakan peduli lingkungan itu, pihaknya juga dibantu oleh Karang Taruna desa setempat, kelompok Masyarakat Peduli Sampah (Kompas) dan mahasiswa KKN Ipmafa Pati. Sinergitas ini dilakukan sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat dan anak-anak agar sadar lingkungan.“Kalau kita merdeka dari sampah, kan bagus itu. Ini juga pendidikan karakter bagi anak-anak, agar kelak jangan sampai mengotori lingkungan,” imbuhnya.Sementara mahasiswa KKN Ipmafa Pati Iis Kristyawati mengatakan, program seperti ini memang sangat tepat untuk membekali anak sejak dini. Pendidikan terapan saat ini memang sangat penting, apalagi terkait dengan lingkungan.“Ini juga bagian dari pendidikan karakter, di mana anak diajarkan untuk sadar lingkungan dengan tidak membiarkan sampah yang berserakan. Kegiatan seperti ini sangat mendidik sekali, sehingga patut ditiru oleh warga desa lain,” pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler