Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pati - Pemerintah saat ini tengah menggenjot vaksinasi di tingkat pelajar. Hal itu agar para pelajar ini dapat mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) setelah satu tahun lebih mengikuti pembelajaran daring.

Bahkan di berbagai daerah pun sudah memulai adanya vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun tersebut. Namun, di Kabupaten Pati hingga saat ini belum ada kejelasan kapan dimulai.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Joko Leksono Widodo mengaku, sampai saat ini pihaknya masih fokus untuk vaksinasi usia di atas 18 tahun. Sementara untuk pelajar masih menunggu petunjuk dari pusat.

"Masih fokus 18 tahun ke atas. (Untuk Vaksinasi pelajar), nanti setelah ada petunjuk dari pusat," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (24/8/2021).

Sementara salah seorang guru sekolah swasta di Kabupaten Pati, Unun Eva Yulianto mengatakan, percepatan vaksinasi untuk pelajar ini sangat mendesak. Sebab, pembelajaran daring yang selama ini dilakukan, masih jauh dari evektif. Apalagi bagi siswa yang belum menguasai teknologi informasi.

"Kalau di daerah lain sudah (vaksinasi pelajar), kenapa di Pati belum, padaha itu sebagai syarat agar kita bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Kalau daring terus, kasihan siswanya juga," terang Unun.

Dirinya mengaku, selama pembelajaran daring banyak siswa yang justru tidak bisa mengikuti. Ada beberapa faktor, selain tidak punya kuota, ada juga yang tidak mempunyai handphone. Kalaupun punya handphone, terkagang siswa tidak menguasai materi."Kita seharusnya paham lah, tidak semua anak didik itu mempunyai kecerdasan tinggi, yang tanpa dijelaskan oleh guru, mereka bisa paham dengan hanya membaca. Bagi yang mempunyai kecerdasan biasa, mereka terkadang harus dijelaskan panjang lebar agar paham. Dan hal seperti ini tidak bisa dilakukan secara daring," tegasnya.Unun berharap agar Pemerintah Kabupaten Pati ini mempunyai perioritas untuk vaksinasi pelajar. Sehingga, setelah semuanya divaksin, sekolah tatap muka bisa segera dilaksanakan."Di daerah lain sudah ada vaksinasi pelajar, di Pati belum. Kami harap pemkab memperhatikan hal ini," pungkasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler