Harga Hancur, Petani Cabai di Pati Jual Pakai Sistem Petik Langsung dari Pohon
Cholis Anwar
Senin, 6 September 2021 16:25:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Pati - Harga cabai di Kabupaten Pati hingga saat ini belum juga membaik. Para petani pun mulai berpikir agar panen kali ini bisa mengembalikan ongkos produksi.
Salah satunya dengan menjual cabai langsung dari pohonnya. Para pembeli bisa datang langsung di ladang dan memetic cabai sesuai dengan selera pilihannya.
Hal itu mulai dilakukan petani di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Cukup banyak petani cabai di desa tersebut yang menerapkan sistem tersebut.
Ketua Kelompok Tani Desa Ngurensiti Widarso mengatakan, petik cabai langsung dari pohon ini memang baru kali pertama dilakukan. Namun, banyak juga warga yang berdatangan, terutama dari luar desa.
"Mungkin sekalian berwisata, banyak yang datang ke ladang untuk memetik cabai secara langsung. Untuk harganya juga lebih tinggi dari pada harus dijual di tengkulak," katanya, Senin (6/9/2021).
Dia mengakui, untuk harga cabai saat ini hanya Rp 4.000 per kilogram. Sementara untuk petik cabai secara mandiri ini, per kilogramnya dibanrol dengan harga Rp 8.000.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga saat memetik langsung cabai dari pohonnya (MURIANEWS/Cholis Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Pati - Harga cabai di Kabupaten Pati hingga saat ini belum juga membaik. Para petani pun mulai berpikir agar panen kali ini bisa mengembalikan ongkos produksi.
Salah satunya dengan menjual cabai langsung dari pohonnya. Para pembeli bisa datang langsung di ladang dan memetic cabai sesuai dengan selera pilihannya.
Hal itu mulai dilakukan petani di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Cukup banyak petani cabai di desa tersebut yang menerapkan sistem tersebut.
Ketua Kelompok Tani Desa Ngurensiti Widarso mengatakan, petik cabai langsung dari pohon ini memang baru kali pertama dilakukan. Namun, banyak juga warga yang berdatangan, terutama dari luar desa.
"Mungkin sekalian berwisata, banyak yang datang ke ladang untuk memetik cabai secara langsung. Untuk harganya juga lebih tinggi dari pada harus dijual di tengkulak," katanya, Senin (6/9/2021).
Dia mengakui, untuk harga cabai saat ini hanya Rp 4.000 per kilogram. Sementara untuk petik cabai secara mandiri ini, per kilogramnya dibanrol dengan harga Rp 8.000.
"Mungkin mereka sambil membantu petani. Karena kalau harga normalnnya kan separuhnya, tidak sampai Rp 8.000 per kiligram," ujarnya.
Baca: